Minimnya Kesadaran Masyarakat akan Bahaya Covid-19

  • Whatsapp
(Foto: KM/IST FOR KM) BERTAMBAH: Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kembali merilis satu tambahan pasien terinfeksi Covid-19 dari Kecamatan Pangarengan.

Baru-baru ini muncul virus baru yang meresahkan Negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Negara Indonesia. Virus baru ini biasa kita kenal dengan sebutan virus corona (covid-19). Virus ini begitu cepat penyebarannya, dan menularnya pun melalui manusia ke manusia. Biasanya orang yang terinveksi dengan virus ini tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga tidak dapat di prediksi siapa saja yang sudah terinveksi oleh virus ini. Di beberapa daerah sudah diberlakukan PSBB guna memutus rantai penyebaran covid-19 ini, akan tetapi masih saja banyak pelanggaran yang dikukan masyarakat akan peraturan yang sudah di tetapkan pemerintah ini.

Virus corona ini dapat menginveksi semua kalangan tanpa memandang usia, akan tetapi dari beberapa kasus yang terjadi virus ini rawan menginveksi kalangan lansia dikarenakan imun mereka melemah akibat faktor usia. Korban terpaparnya virus corona kian hari kian bertambah, hingga situasi tidak dapat di kendalikan lagi. Sedangkan angka kesembuhan masih sangatlah jauh dibandingkan kasus positiv covid-19 yang semakin hari semakin bertambah, meskipun begitu masyarakat masih belum memahami dan menyadari betapa bahayanya virus ini, mereka selalu berdalih bahwa mereka tidak akan terinveksi dan mereka selalu mengatakan “takutlah pada Allah, jangan takut pada virus corona”. Kata-kata tersebut selalu terlontar dari mulut masyarakat yang kontra akan kebijakan pemerintah ini.

Pemberlakuan lockdown, social distancing, fisikal distanting dan PSBB adalah bentuk ikhtiar dari pemerintah, agar kasus positif virus corona di Indonesia dapat di minimalisir. Selain itu bahaya yang diakibatkan oleh virus ini adalah kerusakan paru-paru bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh, tidak hanya itu beberapa berita televisi kerap menayangkan tentang penolakan jenazah pasien covid-19 ini, yang mana para warga berbondong-bondong untuk menghalangi ataupun mengusir petugas medis ketika hendak menguburkan jenazah. Dari banyaknya berita yang menayangkan tentang kerugian yang akan dialami oleh orang yang terpapar oleh covid-19 ini, tetap saja ada masyarakat yang bersikap tuli dan tak peduli dengan hal tersebut, bahkan mereka mengangap remeh dan tak mau tau.

Kebijakan yang dilakukan pemerintah semakin hari juga semakin ketat, khusunya di daerah yang berstatus zona merah, aktivitas masyarakat di daerah tersebut sangat terforsir. Namun sebagian orang yang menentang kebijakan pemerintah ini tidak percaya akan bahaya covid-19, sehingga apabila mereka diberi tahu mereka akan membantah dengan argumen-argumen yang tidak berdasar. Sebenarnya dibalik kebijakan pemerintah ini tidak lain adalah sebuah ikhtiar untuk meminimalisir korban virus corona. Allah dan Rasulnya pun mengajarkan kita untuk berikhtiar sebelum kita mengatakan tawakkal, akan tetapi masyaraka di luar sana selalu mengatakan percaya atas kehendak Yang Maha Kuasa namun tak pernah ada usaha untuk menopang rasa tawakkal mereka.

Bahaya covid-19 tidak hanya pada diri sendiri, tatapi juga berbahaya bagi orang-orang di sekitar kita khusunya orang-orang terdekat kita seperti keluarga, dan teman-teman kita. Sebagaiman yang dikatakan sebelumnya bahwa ada beberapa yang terinveksi covid-19 ini tidak menimbulkan gejala yang serius atau hanya mengalami gejala ringan yang tidak pernah kita sadari dan bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala apapun (silent carrier). Silent carrier ini tidak dapat di deteksi kecuali melalui pemerikasaan. Bagi mereka yang mengalami hal tersebut akan menganggap diri mereka sehat-sehat saja, padahal mereka sebenarnya sedang terpapar virus corona dan tanpa mereka sadari mereka akan menularkannya pada orang-orang disekitarnya.

Saat ini kita tidak boleh egois dengan tingkah ataupun sikap kita, tetapi kita pun harus memikirkan orang-orang yang sedang bersama kita. Jika kita mengikuti anjuran pemerintah dengan aturan-aturan yang sudah di tetapkan maka kita tidak hanya akan menyelamatkan diri kita dari paparan virus corona, melainkan kita juga menyelamatkan orang-orang di sekitar kita dari paparan virus corona. Karena ini bukan hanya tentang diri kita sendiri melainkan tentang kesehatan orang-orang di sekitar kita. Jika tidak peduli pada diri sendiri setidaknya kita peduli dengan orang-orang di sekitar kita.

 

*)Fadhila

Penulis adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah di IAIN Madura

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *