oleh

Minta Kawal Bantuan untuk Petani

Kabarmadura.id/Bangkalan-Forum Komunikasi Bangkalan bersama petani mendatangi Kantor Dinas Pertanian untuk menyampaikan aspirasi tentang dunia pertanian di Bangkalan, salah satunya tentang bantuan alat pertanian. Ketua Forum Komunikasi Bangkalan Muhammad Taufik mengatakan, penyaluran bantuan alat-alat pertanian harus dikawal hingga tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap setiap bantuan yang telah di berikan oleh pemerintah  kepada kelompok tani untuk dikawal agar tidak salah sasaran,”  ungkapnya, Rabu (27/11/2019).

Ia menambahkan, jika perlu, Dinas Pertanian bisa melibatkan TNI-Polri dalam melaakukan pengawalan dan pengawasan terhadap bantuan yang diberikan kepada masyarakat, untuk memastikan agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran kepada penerima bantuan.

Pengawalan bantuan yang turun dari pemerintah khususnya dinas pertanian kepada kelomook tani selama ini masih belum terlaksana. Nemun, ada beberapa lokasi saja yang telah terlaksana, salah satunya di desa Blega dan Galis.

“Intinya kami mendesak dinas pertanian ini supaya ada pengawalan. Karena kalau di desa, bantuan seprti itu seolah-olah menjadi milik kepala desa bukan menjadi milik masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan Muh Ismael  menyampaikan, terkait permasalahan tersebut, diperlukan perubahan pola pikir di masyarakat. Mereka perlu diberi pemahaman bahwa bantuan alat-alat pertanian tersebut diberikan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dalam rangka mendukung kesejahteraan petani.

Disinggung tentang kemungkinan untuk kerja sama dengan TNI-Polri, ia akan mempertimbangkannya. Yang terpenting baginya adalah ada perubahan di masyarakat kea rah pertanian modern. Mereka tidak lagi menggunaan hewan untuk membajak, namun sudah beralih ke traktor untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Muh Ismael juga menambahkan bahwa pihaknya selaku dinas pertanian akan menghimbau langsung kepada penyuluh untuk mengawal tuntas kasus seperti ini. Masyarakat yang membajak sawahnya dengan cara tradisional  agar bisa didata oleh tim penyuluh untuk mendapatkan bantuan dari kami sehingga kelompok tani yang tidak mendapatkan alat  agar  bisa merasakan kemajuan dan mempermudah proses penggarapan lahan dalam bercocok tanam. (km50/pai)

Komentar

News Feed