Minta Satgas Maksimalkan Pelacakan, Satgas: Sulit Lacak Satu per Satu

  • Whatsapp
(KM/Razin) PEDULI: Banyak masyarakat yang melakukan aksi sosial dalam masa wabah Covid-19.

Kabarmadura.id/Sumenep-Setelah 4 orang terinfeksi Covid-19 dan mengubah status Sumenep menjadi zona merah, pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapatkan perhatian dan saran dari berbagai kalangan termasuk tokoh masyarakat.

KH Ach Fauzi Tijani, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep merupakan salah satu tokoh yang memberikan saran langsung kepada Pemkab Sumenep terkait penanganan wabah Covid-19. Menurutnya, agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas, maka pemerintah harus melakukan pelacakan terhadap siapa saja yang kontak dengan 4 orang terinfeksi Covid-19 tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia menduga ada banyak orang yang kontak dengan 4 pasien terinfeksi Covid-19 tersebut. Mengingat, mereka semua sempat beraktivitas seperti biasa karena yang bersangkutan orang tanpa gejala (OTG). Apalagi yang dari pihak dinas kesehatan sendiri merupakan tenaga medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan sempat melakukan praktek. Sehingga dimungkinkan ada masyarakat yang berobat dan bersentuhan dengan tenaga medis tersebut.

“Nah pengalaman dari alumni  yang kebetulan kuliah di Cina, pemerintah di sana memang mencari masyarakat yang memang ada dugaan berkontak fisik dengan orang yang memang terinfeksi, dari mana mereka tahu dari pantauan CCTV yang berada di setiap sudut, sehingga aktivitas masyarakat pasti terpantau,” ungkapnya, kemarin.

Karena berhubung di Sumenep tidak mempunyai fasilitas pemantau yang mempuni, maka ia meminta agar satgas yang di dalamnya terdiri dari tim kepolisian dan Dandim untuk melakukan pelacakan terutama di daerah yang dikategorikan zona merah yaitu Kecamatan Kota, Kecamatan Saronggi, dan Rubaru.

“Di sini ada Intel meskipun tidak ada CCTV yang mumpuni. Nah saya berharap intel dari kodim dan kepolisian untuk melacak siapa saja yang pernah bersentuhan, pasti bisa dilakukan. Dan kalau sudah intel yang turun tangan pasti ngaku mereka,” imbuhnya.

Menanggapi permintaan tersebut Dandim  0827 Sumenep Letkol INF Ato Sudiatna menyampaikan, akan memantau masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan. Tetapi untuk mendeteksi yang diduga melakukan kontak dengan yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 bukan sesuatu yang mudah.

“Ya tidak bisa kalau mau lacak satu-satu, karena selain sudah lama rentang waktunya, juga luas cakupannya. Jadi kami selanjutnya akan memantau lebih ketat ketiga daerah tersebut,” tanggapnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *