oleh

Miris, IPM Kabupaten Sumenep Berada di 10 Terbawah se-Jawa Timur

Kabarmadura.id/Sumenep-Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumenep masih sangat rendah. Tercatat, peringkat IPM Kabupaten Sumenep masuk 10 besar dari bawah se-Jawa Timur.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Edy Rasyadi. Ia menjelaskan, untuk meningkatkan IPM memang pihaknya sudah melakukan pembenahan di bidang pendidikan. Karena indikator utama yang memperlihatkan buruknya capaian IPM barometernya adalah pendidikan.

Di Sumenep sendiri masih banyak ditemui angka putus sekolah, salah satunya diakibatkan oleh pernikahan dini. Akibatnya, rata-rata lama pendidikan masyarakat di Sumenep hanya 5,45 tahun, padahal idealnya untuk mencapai kematangan sumber daya manusia (SDM) minimal menempuh pendidikan selama 12 tahun.

“Ya minimal itu lulus SMA baru boleh menikah, hal ini sesuai dengan anjuran Kementerian Agama perempuan menikah minimal usia 19 tahun laki-laki 21 tahun, makanya pernikahan dini itu harus diperangi bersama-sama,” katanya, kemarin.

Edy menambahkan, sementara untuk kualitas pendidikan sendiri memang selama ini masih belum begitu maksimal, sehingga sebagai upaya atau solusi dari persoalan tersebut maka akan membangun Politeknik Elektronik Negeri (PEN) Surabaya yang akan dikembangkan di Sumenep.

“Makanya dibangun PEN agar bisa meningkatkan kualitas layanan pendidikan, karena memang untuk kesadaran pentingnya pendidikan masih belum bagus sehingga pernikahan dini itu selalu menjadi pilihan tersendiri bagi orangtuanya,” imbuhnya.

Sementara tahun 2020 ini IPM di Sumenep mengalami peningkatan, tahun 2019 masih bertahan di angka 66,22 persen sementara untuk tahun ini 65,25. Tetapi memang untuk peringkat dari 38 kabupaten atau kota Sumenep masih di urutan ke 32. (ara/pai)

Komentar

News Feed