Mobilitas Masyarakat Terbatas Selama PPKM, Jumlah Laka Lantas Menurun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MULAI BERKURANG: Laka lantas selama PPKM semakin menurun karena aktivitas mobilitas kegiatan masyarakat yang dibatasi.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) rupanya tidak hanya mampu menurunkan angka kasus Covid-19. Namun juga berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pamekasan. Terbukti angka laka lantas menurun dibandingkan sebelum penerapan PPKM.

Kepala Satuan (Kasat) Lantas Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan AKP Deddy Eka Aprianto mengungkapkan, selama penerapan PPKM sejak tanggal 3 Juli hingga 24 Agustus 2021, hanya terjadi 26 kasus laka lantas. Kasus tersebut terjadi di seluruh wilayah di Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Akibat seluruh kasus laka lantas tersebut, diketahui sebanyak 36 orang menjadi korban dan 26 orang sebagai pelaku. Sedikitnya 9 orang meninggal dunia dan 27 orang mengalami luka ringan dalam seluruh rangkaian kasus laka lantas. Pihaknya menaksir, total kerugian materi yang diakibatkan laka lantas tersebut yaitu Rp72,9 juta

Deddy mengutarakan, meski banyak pihak mengkhawatirkan tingginya laka lantas saat malam hari akibat matinya  penerangan jalan umum (PJU), namun pada faktanya, hanya terdapat 4 kasus laka lantas terjadi antara pukul 18.00 sampai pukul 00.00. Sementara laka lantas yang terjadi dari pukul 00.00 sampai pukul 06.00 hanya satu kasus.

“Kasus laka menurun karena aktivitas mobilitas masyarakat berkurang,” ungkapnya.

Korban laka lantas didominasi oleh warga dengan usia produktif dari 16 sampai 30 tahun yaitu sebanyak 13 orang. Begitu pun dengan pelaku, didominasi oleh usia produktif, yaitu sebanyak 10 orang. Pihaknya menyebutkan, faktor penyebab laka didominasi oleh kelalaian pengemudi kendaraan bermotor, tidak tertib lalu lintas dan tata cara berlalu lintas.

Atas seluruh kasus tersebut, pihaknya mengarahkan patrol dan giat pengaturan pada daerah rawan laka. Kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dan sosialisasi tentang cara jaga jarak aman serta cara berbelok berikut aturan penggunaan jalur. Pihaknya mengaku juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

“Kami terus lakukan updating blackspot,” pungkasnya. (ali/maf)

Berdasarkan TKP Wilayah:

 

Pamekasan      : 3 kejadian

Pademawu       : 6 kejadian

Larangan         : 3 kejadian

Tlanakan         : 4 kejadian

Pakong            : 2 kejadian

Proppo             : 4 kejadian

Batu Marmar   : 1 kejadian

Palengaan        : 2 kejadian

Waru               : 1 kejadian

Pasean             : 1 kejadian

 

Tipe Kecelakaan :

 

Tunggal                  : 5 kasus

Depan-depan          : 6 kasus

Depan-belakang     : 3 kasus

Depan-samping      : 7 kasus

Samping-samping   : 2 kasus

Tabrak Manusia      : 3 kasus

 

Jumlah : 26

 

Waktu Kejadian:

 

Pukul: 00.01 s/d 06.00 : 1 kasus

Pukul: 06.01 s/d 12.00 : 14 kasus

Pukul: 12.01 s/d 18.00 : 7 kasus

Pukul: 18.01 s/d 00.00 : 4 kasus

 

Jumlah : 26

 

Profesi Korban :

 

PNS: 1

Swasta: 20

Pelajar: 6

Petani: 6

Lain-lain: 3

 

Jumlah: 36

Profesi Pelaku :

 

PNS      : 2

Swasta. : 15

Pelajar   : 4

Pengemudi  : 1

Petani        : 3

Lain-Lain     : 1

 

Jumlah  : 26

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *