Moh. Fajar, Huffadz dengan Metode Menyenangkan, Hafal Satu Lembar per 15 Menit

News119 views

KABAR MADURA | Kecerdasan akademik saja belum mampu untuk mengembangkan kepribadian manusia yang paripurna, melainkan perlu ada aspek lain yang mendukung kompetensi manusia yang  berakhlak mulia, di antaranya kemampuan spiritualitas dan sosial. Seperti Moh.Fajar, yang saat ini mampu merangkul 95 binaan tahfidz dan qori untuk kepentingan umat.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Pemuda asal Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep ini, mampu mengajarkan anak didiknya hingga sekitar 95 orang. Bahkan, saat ini menjadi orang yang bermanfaat. Karena di usia mudanya, dapat memperjuangkan anak fasih Al-Qur’an secara cepat.

Dia  terlatih sejak kecil berjuang untuk merawat Al-Qur’an dan sukses menjadi pembina anak didiknya yang saat ini sudah menorehkan sejarah baru.

“Pendidikan saya memang belajar tentang Al-Qur’an dari sejak kecil hingga saat ini,” kata pria kelahiran Sumenep 22 Juli 1995 ini, Kamis (22/2/2024).

Dia memiliki tekad kuat yang tidak hanya bermanfaat pada dirinya, melainkan kepada orang lain terus dilaksanakan. Karena baginya, bermanfaat bagi orang lain itu sangat berharga. Karena kemampuan diri dan akhlak yang begitu mulia, Fajar dipercaya masyarakat untuk membina para santri yang haus akan Al-Qur’an.

Baca Juga:  Sulit Temukan Gedung Tidak Ber-IMB, DPRKP hanya Fokus pada Pengawasan Gedung Baru

Sehingga, pada tahun 2021, saat masih berusia 26 tahun, dia dipercaya menjadi Mudirul Ma’had Qur’an Mujahidin Modern Islamic Centre (MIC).

“Ketekunan dan belajar terus bermanfaat pada orang lain adalah prinsip yang dipegang teguh selama ini,” ucap Fajar.

Dia menggunakan metode mengajar yang sederhana, yakni dengan telaten mengajar santrinya hingga fasih membaca Al-Quran, bahkan ada yang hafal 30 juz. Selain itu, juga sukses mengajarkan santrinya hingga menjadi juara qori’ tingkat kabupaten hingga se-Madura.

Metode menghafalnya dengan cara menyenangkan. Namun ada keharusan bisa menghafal satu lembar tiap 15 menit. Begitu pun mengajar qori’, yakni dengan melakukan olahraga terlebih dahulu. Setelah itu olah vokal, kemudian pelafalan secara satu persatu.

Baca Juga:  Agus Widodo, Pembudi Daya Maggot Asal Pamekasan, Dapat Cuan dari Sampah

“Saya yakin, mengajari Al-Quran pasti ada banyak hikmahnya, seperti saat kehidupannya dipermudah oleh Allah dalam menghadapi berbagai urusan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, perjuangan menjadi pembimbing membaca Al-Quran, karena memang dimulai dari diri sendiri, yakni sejak kecil pandai belajar Al-Qur an. Bahkan hingga menempuh pendidikan strata 2 (S2) program studi Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT).

RIWAYAT PENDIDIKAN MOH. FAJAR

  • MI Annajah Kasengan Sumenep
  • SMP-SMA di Ponpes Nurul Haramain Sumenep
  • MDU dan MDQ Mrkaz Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan
  • Ponpes qiro’ah Nurul Qur’an Sampang KH. Muda’ie Bakri (qori’ internasional)
  • Ponles Al-Faqihil Muqoddal Wal Baitul Kalimantan Barat
  • Ponpes Umuul Qurra’ KH. Muammar Z.A (qori’ internasinal legendaris Indonesia)
  • Muassah Itqon/Ma’had Quran Itqon di Mesir Talaqqi
  • STAI Al Mujtama’ Pamekasan prodi IQT
  • Program pasca sarjana IAIN Madura prodi IQT

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *