Moh. Holis, M.E.I, Mendarmabaktikan Hidup untuk Pendidikan

  • Whatsapp

Pendidikan pada hakikatnya, untuk mempertajam kecerdasan, memperluas pengetahuan, memperkukuh kemauan, bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Hal itulah yang tercermin dari sosok muda sederhana dan bijaksana,  Moh Holis, M.E.I, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Bangsa (STIEBA) Pamekasan yang beralamatkan PP. Sumber Anyar Larangan Tokol Tlanakan Pamekasan.

KHOYRUL UMAM SYARIF Pamekasan

            Pria yang lahir dan dan besar di lingkungan yang sarat dengan pendidikan itu mengejawantahkan dirinya untuk selalu aktif menyalurkan ilmunya kepada masayarakat secara luas, sebab dirinya merasa mempunyai tanggung jawab untuk mencerdasakan kehidupan bangsa.

Salah satu amanah yang sedang dia jalankan pada saat ini adalah dipercaya untuk mengurus seluk-beluk yang berkaitan dengan kampus yang terletak di pinggiran Kota Pamekasan.

Pria yang akrab disapa Holis itu merupakan salah satu dari enam orang pendiri kampus STIE Bhakti Bangsa Pamekasan.

Diceritakan olehnya, STIE Bhakti Bangsa mendapatkan izin operasional dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), dengan nomor Surat Keputusan Kemenristekdikti Nomor: 71/KPT/I/2015 Tanggal 02 Oktober 2015.

STIE Bhakti Bangsa memiliki dua Program Studi, yakni S1 Ekonomi Pembangunan dan S1 Ekonomi Syariah. STIE Bhakti Bangsa bertujuan mencetak sarjana bidang ekonomi yang kompatibel, memiliki soft skill maupun hard skil. Sehingga, lulusan STIE Bakti Bangsa mampu menjadi seorang value creator seperti menjadi direktur dan manajer atau menjadi venture creator seperti entrepreneur.

Dalam akademik, saat ini STIE Bhakti Bangsa memiliki 20 tenaga pengajar yang seluruhnya ber-Ijasah Strata Dua (S2) dan beberapa diantaranya kandidat doktor. Adapun karyawanya berjumlah 10 orang dan seluruhnya ber-ijazah strata Satu (s1).

Pada tahun 2018 lalu, ada 10 dosen STIE Bhakti Bangsa, penelitianya berhasil lolos dan mendapatkan Hibah Penelitia Dosen Pemula (PDP) dan Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). Jumlah tersebut, sudah termasuk ketua peneliti dan sebagai anggota peneliti.

Ia menambahkan, bukan tanpa perjuangan yang panjang untuk bisa menjadi orang yang dipercaya memimpin kampus tersebut. Menurutnya, hal itu tak lepas dari pendidikan yang dijalaninya. Pendidikan menurutnya adalah modal utama dalam mencapai segala keinginan di dunia dan di akhirat.

Oleh sebab itu, dia terus belajar dan sekarang dalam tahap perampungan disertasinya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Sementara riwayat pendidikannya sendiri dimulai di MI Sumber Anyar Tlanakan Pamekasan lulus 1987, MTs Mambaul Ulum Bata-Bata lulus pada tahun 1992, MA Mambaul Ulum Bata-Bata 1995, S1 Fakultas Syariah UINSA lulus pada tahun 2001, S2 UINSA lulus pada tahun 2008, dan S3 UINSA sedang ditempuh.

Tidak cukup itu untuk memantapkan pola komunikasinya dia aktif diberbagai organisasi, di antaranya PMII UINSA Surabaya, Ketua HMJ Fakultas Syariah Uinsa 1999, Pengurus LPTNU Pamekasan, dan Pengurus Yayasan Azzubair.

Karirnya di bidang pendidikan bisa dibilang cukup lama. Selesai merampungkan kuliah S2-nya, ia mengabdi sebagai dosen di IAI Al Khairat Pamekasan mulai  tahun 2008-2013, dosen di STAIMU Pamekasan mulai tahun 2010 hingga 2014, dan dosen di STEI Walisongo 2010-2014.

Selain menjadi dosen dia menjadi kepala sekolah di MTs Nurul Huda Candi Burung Proppo mulai 2004 hingga 2012, kepala SMK Sumber Anyar 2012 hingga 2015 dan sekarang Ketua STIEBA Pamekasan mulai 2015.

Menurutnya dunia pendidkan saat ini sangat berbeda dengan zamannya dia belajar dulu. Sebab manusia saat ini sudah banyak yang pintar dan cerdas namun tantangannya adlah sebagai pendidik bagaimana bisa mengarahkan ilmu yang dimiliki oleh para murid atau mahasiswa bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa bermanfaat untuk kehidupan mereka.

Sosok yang ramah itu mendapatkan suntikan motivasi untuk selalu aktif di dunia pendidikan dari sosok kedua orang tuanya. Namun yang paling melekat dan terngiang adalah sosok seorang ibu yang  menjadi madarasah pertamanya untuk belajar, hingga di suatu saat dia berpesan agar mencari ilmu setingi-tingginya agar bermanfaat bagi orang lain.

“Nak kamu kalau tidak punya ilmu hidupmu tidak akan berguna,” ungkapnya.

Dia berpesan kepada para penerus generasi bangsa supaya terus untuk belajar sebanyak-banyaknya sehingga hal itu bisa berguna untuk kehidupannya di masa depan. (pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *