oleh

Momentum HKP Bagi Pemain Madura United

KABARMADURA.ID,- Kamis (1/10/2020) diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila (HKP). Di hari tersebut tidak terlepas dari Keputusan Presiden Nomor 153 tahun 1967. Tepatnya terjadi pasca-peristiwa Gerakan 30 September atau lebih familiar disebut G30S/PKI.

Di HKP, skuad Madura United memiliki sudut pandang yang bermakna terkait hari besar tersebut. Kata Kapten Madura United Fachrudin W Aryanto, HKP sejatinya momentum untuk merawat persatuan.

Bek bernomor punggung 26 di Madura United ini merujuk terhadap semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila, yakni Bhinneka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Sudah jelas iya, Bhinneka Tunggal Ika, banyak perbedaan di Indonesia tapi sejatinya kita semua satu kesatuan, satu darah Indonesia, yang harus dirawat dan tidak boleh ada perpecahan lagi,” ungkap pemain asal Klaten itu kepada Kabar Madura.

Sementara itu, gelandang Madura United Slamet Nurcahyo memandang HKP sebagai ajang renungan bagi ratusan ataupun ribuan komunitas suporter di Indonesia agar mampu merawat persatuan.

Menurutnya, sejatinya sepak bola sebagai tontonan bersama yang bisa dinikmati bersama-sama. Tak ayal, dia meminta agar lebih mendahulukan persaudaran ketimbang emosi saat bersitegang antar suporter.

“Tanpa harus dipungkiri iya ada terkadang yang bersitegang, tapi saya pikir, sepak bola itu untuk mengeratkan tali silaturrahim antar suporter se-Indonesia. HKP ini harus jadi renungan bahwa kita sebenarnya satu walaupun berbeda,” beber Slamet.

Di samping itu, Madura United sebenarnya memiliki maskot yang melambangkan seruan perdamaian dari Madura, yakni Madrudji atau Madura Rukun dan Terpuji. Maskot yang berupa manusia berkepala sapi itu dijadikan orator untuk menyerukan salam perdamaian dari Pulau Garam ini. (idy/ito)

Komentar

News Feed