oleh

Money Politic Efektif Mendulang Jumlah Pemilih

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Kendati tidak sampai 100 persen, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan yakin mampu mencapai target tingkat partisipasi pemilih hingga 90 persen pada Pemilu serentak 2019.

Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Moh. Elman Duro meminta, penyelenggara pemilu tidak hanya fokus terhadap capaian target tingkat partisipasi masyarakat dalam mensukseskan pemilu.

Lebih dari itu menurut Elman, pengawasan terhadap pelanggaran money politic yang mencoreng nilai demokrasi, juga harus ditingkatkan. Jangan sampai, hanya untuk mencapai target tingkat partisipasi masyarakat, penyelenggara pemilu mengabaikan pelanggaran praktik money politic tersebut.

Apalagi, money politic juga bisa menjadi indikator peningkatan partisipasi pemilih yang cukup signifikan.

“Money politic tetap menjadi ujung tombak kekuatan dalam mendulang suara, pengawasan terhadap praktik ini juga harus dimaksimalkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pamekasan Hamzah mengatakan, angka tingkat partisipasi 90 persen, merupakan angka yang realistis di Kabupaten Pamekasan. Angka tersebut dinilai sudah meningkat sekitar 20 persen dari tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar pada 2018 lalu.

“Target 90 persen itu sudah realistis, kita optimis bisa mencapainya,” katanya Senin (15/4).

Keyakinan tersebut, lantaran diuntungkan dengan gelaran pemilihan anggota legislatif (pileg). Sebab dalam pileg, KPU terbantu oleh peran peserta pemilu dalam hal ini calon anggota legislatif (caleg). Sebab, caleg ikut aktif menggerakkan masyarakat agar menggunakan hak suaranya.

Namun jika berkaca dari gelaran Pilkada serentak 2018 lalu, target tingkat partisipasi pemilih sebesar 90 persen belum bisa terpenuhi dengan sempurna. Sebab, pada pemilihan bupati yang ditarget 80 persen pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS), nyatanya hanya terpenuhi 74,35 persen.

Padahal, pemilu tingkat kabupaten tersebut juga diuntungkan dengan aktifnya pergerakan tim sukses masing-masing calon dalam mendulang suara. Kendati demikian, menurut Hamzah, tingkat kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 ini akan semakin meningkat.

Selain mendapat dukungan dari tim sukses peserta Pemilu 2019, partisipasi relawan demokrasi yang ditugaskan KPU untuk memberikan sosialisasi pemilu pada masyarakat, dinilai juga akan membantu pihaknya mencapai target tersebut.

Sebab, relawan yang terbagi dalam 55 basis itu, sengaja dibentuk oleh KPU untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan pesta demokrasi. Para relawan juga bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2019.

“Kami sudah turun ke bawah untuk sosialisasi pelaksanaan pemilu yang dibantu oleh relawan demokrasi, termasuk PPK, PPS hingga KPPS,” terangnya. (pin/waw)

Komentar

News Feed