Empat Kecamatan di Sumenep Jadi Wilayah Edar Rokok Ilegal

(FOTO: KM/MOH RAZIN) MARAK: Rokok ilegal masih kerap dijumpai di toko-toko pedesaan. Di Sumenep terdapat empat kecamatan yang jadi wilayah edar paling masif.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Peredaran rokok ilegal di setiap daerah Sumenep tetap marak hingga sekarang. Itu diketahui dari hasil pengawasan rutin Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

Biasanya, Disperindag bersama tim, di antaranya pihak Kantor Bea Cukai Madura, Bagian Hukum dan Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep. Setidaknya setiap tim turun, ditemukan merk rokok ilegal beredar di toko-toko.

Kepala Disperindag Sumenep, Agus Dwi Saputra mengutarakan, setiap daerah atau kecamatan pasti ada produksi rokok tanpa pita atau menggunakan pita palsu itu ditemukan di beberapa toko di Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, Dasuk dan Manding. Namun, yang paling mendominasi adalah Kecamatan Guluk-Guluk.

Bacaan Lainnya

Agus menyebut, sedikitnya ada sekitar 17 tempat yang memproduksi rokok ilegal, sementara untuk wilayah lain, hanya terdapat satu dua penggiat produksi rokok tanpa legalitas itu.

“Kalau kami kan tidak bisa menindak, hanya ikut saja, karena pihak cukai sendiri yang menindaklanjuti. Kami hanya membeli di toko-toko untuk dijadikan bukti,” kata Agus.

Setiap tahun, ketika melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal, pasti ditemukan di toko-toko terutama di pelosok-pelosok. Dia menegaskan, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada beberapa toko yang kedapatan menjual rokok ilegal.

“Kami tidak menyita, karena ranah kami bukan ke situ. Tapi, kami hanya memberikan stiker dan semacam edaran agar tidak menjual beberapa jenis rokok ilegal,”  tegas Agus yang juga mengharap kesadaran masyarakat tetap bertambah baik, karena pihak kantor bea cukai tidak segan-segan menindak bahkan mempidanakan. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan