MTsN 3 Pamekasan Launching Program Rusuh dan Kurikulum Integrasi Pesantren

Pendidikan61 views

KABAR MADURA | Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Negeri 3 Pamekasan terus meningkatkan pencapaian kualitas pendidikannya siswanya. Salah satunya dengan diluncurkannya program Guru Asuh (Rusuh) dan Kurikulum Integrasi Pesantren, Selasa (11/6/2024) di Auditorium  MTs N 3 Pamekasan.

Launching program tersebut dilakukan oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Mawardi, didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Badrus Shomad, Kepala MTsN 3 Pamekasan Agus Budi Heriyanto, dan Ketua Komite Madrasah Akhmad Zaini, serta lainnya

Kepala MTsN 3 Pamekasan Agus Budi Heriyanto menyampaikan, peluncuran dua program tersebut bagian dari cara untuk meningkatkan pencapaian kualitas pendidikan, karena proses penyelenggaraan pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan terkini. Menurutnya, dalam memproses pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan digitalisasi.

Sebagai penyelenggara pendidikan, Agus menambahkan, harus mampu mengarahkan siswanya untuk bisa terus kiat dan fokus terhadap keilmuan yang ditekuni. Realitasnya, kadang siswa kurang mendengarkan arahan orang tua untuk meningkatkan kualitas belajarnya. Dengan begitu, program Rusuh menjadi salah alternatif yang diyakini bisa mendorong daya tarik siswa untuk bisa meningkatkan keinginan belajarnya.

“Sebenarnya, berangkat dari permasalahan, ternyata apa yang dibicarakan oleh guru lebih didengarkan daripada yang disampaikan oleh orang tua di rumah,,” papar kepada Kabar Madura.

Baca Juga:  100 Guru Honorer Pamekasan Akan Dicabut Insentif Bulanannya

Program Rusuh tersebut, tutur Agus, diperuntukan bagi siswa yang tidak berada di asrama MTsN 3 Pamekasan dan yang tidak menetap sebagai santri di Pesantren Sumber Bungur, supaya bisa mengarahkan lebih fokus terhadap keilmuan yang disukai dan tekuni.

Program Rusuh itu akan dimulai pada tahun ajaran baru di Juni 2024.

“Nanti program rusuh ini, satu orang guru akan menjadi guru asuh untuk sekitar 5 orang, kami sudah lakukan kalkulasi terhadap rasio guru dengan siswa,” demikian Agus menjelaskan.

Untuk program Kurikulum Integrasi Pesantren, dalam rumusannya akan menggabungkan mata pelajaran agama di madrasah  dengan kurikulum yang berada di pesantren, dengan kombinasi kitab yang disesuaikan. Siswa yang berbasis pesantren dan berbasis asrama tidak akan diajarkan materi pendidikan agama Islam di pagi harinya, tetapi akan difokuskan di sore hari, dengan memberikan peluang kepada mereka untuk bisa sekolah diniyah.

Baca Juga:  Uniba Madura Fasilitasi Lulusan hingga Kontrak Kerja dengan Perusahaan

“Targetnya, bagaimana madrasah melakukan integrasi semua bidang dengan Pesantren Sumber Bungur, sebagai pihak yang memiliki kontribusi berdirinya MTsN 3 Pamekasan,” ujarnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *