MTsN 3 Pamekasan Libatkan Siswanya di SBBC untuk Implementasikan Kurikulum Merdeka

Pendidikan21 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pamekasan ingin siswanya tidak sekedar paham secara teoritis tentang implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi pada tataran praktik. Untuk mewujudkan itu, salah satunya memfasilitasi siswa untu terlibat  dalam kegiatan bertajuk Sumber Bungur Batik Carnival (SBBC).

Menurut Kepala MTsN 3 Pamekasan Dr. Mohammad Holis, di SBBC, siswanya  didorong untuk menggarap modul proyek insidental penguatan profil Pancasila yang rahmatal lil alamin.  Kemudian dirumuskanlah pertunjukan batik hasil membatik siswa.

Sebelum melibatkan dalam kegiatan praktik, sebelumnya siswa telah dibekali dengan teori tentang implementasi dari Kurikulum Merdeka pada awal tahun ajaran baru.

“Yang diinginkan guru bisa paham tentang implementasi Kurikulum Merdeka dan anak-anak betul merdeka dalam belajar, jadi tidak hanya berkutat di tataran terori saja, tapi bagaimana implementatif,” paparnya, Senin (3/10/2022).

Holis menyampaikan, terdapat 30 stan batik siswa yang turut memeriahkan pegelaraan SBBC. Nampak sangat meriah karena baru pertama kali digelar sepanjang berdirinya madrasah tersebut. Bahkan, terdapat lima stan di antaranya yang dikemas secara khusus, yaitu stan proses pembuatan batik tulis, stan batik jumput, stan kliping batik, stan karawitan, dan stan bazar khusus batik.

Baca Juga :  LPM Activita Gelar Lomba Kritik Kampus Bertajuk "IAIN Madura Undercover"

“Ini bagian dari cara kita mengenalkan batik secara tuntas, jadi dalam satu pekan anak-anak langsung paham bagaimana cara membuat batik dari awal sampai akhir,” urainya.

Sedangkan target yang ingin dicapai, dalam satu semester terdapat dua modul proyek insidental yang dipersiapkan secara khusus. Untuk menopang target itu, dibentuk tim secara khusus agar output dari Kurikulum Merdeka bisa tuntas.

“Alhamdulillah anak-anak kami sudah bisa memproduksi batik tulis, ada tiga produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Pamekasan Mawardi mengatakan, SBBC sangat menarik untuk terus diinovasikan dalam mendorong lahirnya kemahiran baru siswa di madrasah, karena pembelajaran yang berbasis kemahiran sangat berguna untuk jaminan di masa depan.

“Era 5.0 tidak hanya kemampuan soft skill yang berbasis angka nilai, tetapi hard skill keterampilan bagi anak-anak, sehingga anak-anak tidak hanya dinilai kepintarannya dari sisi akademik, tetapi semuanya dinilai pintar berdasar kompetensinya masing-masing,” ucap Mawardi.

Baca Juga :  FH UTM Yudisium 109 Mahasiswa, Harapkan Yudisiawan Bermanfaat untuk Masyarakat

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *