oleh

Muhammad Ali Mengajak Masyarakat Menjaga Ekosistem Laut

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Penjagaan ekosistem laut oleh aparat hukum dan masyarakat terkesan lemah. Bahkan tidak jarang, yang merusak ekosistem laut adalah salah satu dari nelayan lokal. Belum lagi, banyak kapal pelancong dari luar daerah yang ikut menangkap ikan dengan cara dan alat yang salah.

“Habis sudah! Habis ekosistem laut kita jika hal ini terus dibiarkan tanpa tindakan yang tegas,” tegas Mohammad Ali, salah satu nelayan lokal kepada Kabar Madura..

Lelaki yang tinggal di Desa Keramat itu juga memiliki budidaya ikan menggunakan keramba. Sehingga dirinya mengetahui betul bagaimana sulitnya menjaga ikan budidayanya. Padahal keramba miliknya hanya berisi beberapa ribu ikan budidaya. “Ikan di keramba saya, yang jelas dijaga kadang masih hilang dan dirusak, lalu bagaimana dengan laut yang tak ada penjaganya,” tuturnya.

Keunikan lautan membuat dirinya tertantang untuk menyelam dengan tujuan melihat keindahan terumbu karangnya. “Saya awalnya tak yakin, kalau laut kita yang warnanya tak bening ini juga punya terumbu karang,” ceritanya.

Tetapi setelah beberapa kali melakukan pencarian, ia ternyata menemukan beberapa titik yang terumbu karangnya masih utuh. Seolah-olah ia menemukan harta, dan baginya itu sesuatu yang istimewa baginya. Bahkan ia mengaku sempat kegirangan mengetahui kondisi laut begitu indah.

Padahal, kondisi laut di Bangkalan menurutnya seperti sudah cukup tercemar. Sebab, selain dirusak oleh alat tangkap trawl, obat peledak, banyak  kapal besar yang melintas dan membuat karang hancur. “Saya terharu, dan sekarang saya sempatkan saat melaut, untuk melihat dan mencari titik lain yang mungkin masih ada,” ulasnya.

Ia menginginkan masyarakat dan nelayan setempat saling membantu untuk menjaga laut agar tetap indah. Salah satunya dengan tidak menggunakan alat yang tidak sesuai. “Mari, saling membantu, laut ini laut kita, keindahan dan ikannya kita juga yang menikmati, mari saling menjaga laut,” tutupnya. (km59/maf)

Komentar

News Feed