Muhammad Yasin, Aktivis Muhammadiyah yang Aktif Berdakwah di Masjid

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DIPERCAYA: Muhammad Yasin yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep merupakan sosok berpengaruh.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Aktivitas dakwah merupakan kebiasaan Muhammad Yasin yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep. Kharismanya menarik hati masyarakat untuk mengikuti aktivitas dakwahnya. Sekitar 30 orang telah menjadi jamaahnya.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Kebiasaan berdakwah dan bermasyarakat dimulainya sejak kecil. Dia juga mulai aktif mengikuti pengajian-pengajian serta organisasi Islam.

Di antara aktivitas dakwahnya yaitu  mengisi kuliah Subuh di Radio Republik Indonesia (RRI), berdakwah di Kantibmas Polres Sumenep,  di daerah Kalianget di PT Garam, Rumah Sakit Islam Garam, Masjid Nur Muhammad, Masjid Mujahidin, Masjid Darussalam dan di Masjid Pesantren Kiai Haji Bahauddin.

“Setiap malam Jumat mengisi Majelis Taklim, sebagai pembimbing umroh, dan juga sebagai tim manasik haji,” katanya, Kamis (10/12/2020.

Pria Kelahiran Sumenep 12 Juni 1961 itu juga aktif berorganisasi.  Saat ini, dia juga sebagai Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep. Selain itu, dia juga bagian dari  Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

“Mulai dulu aktif di dunia dakwah, baik di pulau hingga daratan, aktivitas banyak dihabiskan di daerah Kota Sumenep,” ucapnya.

Dia mengatakan, pernah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1988,  dan pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) selama 20 tahun di berbagai kecamatan. Banyak rahasia untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Salah satunya yaitu, terus belajar memperbaiki akhlak dan tidak takut untuk gagal.  “Ketika gagal, bangkit lagi, terus bangkit, hingga sukses,” paparnya.

Karena berangkat dari pedesaan, dia punya prinsip tangguh, selain itu, dia orang yang  tekun.  Apa yang didapatkan terus dipertahankan. Sehingga, semua cita-cita tercapai

“Saya diminta menjadi PNS  sebab karena kemampuan saya, padahal sebelumnya tidak ada niat sama sekali,” tukasnya.

Dia mengakui, masuk Muhammadiyah karena berkat aktif di HmI. Dia terus bergerak, sehingga menjadi PDPM, bahkan dipercaya menjabat pimpinan selama 2 periode berturut-turut. (imd/km58)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *