MUI Sumenep Tidak Larang Warung Buka Siang selama Ramadan

larang buka warung selama ramadan
MEMASTIKAN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengimbau masyarakat untuk saling menghargai pada bulan Ramadan ini.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep tidak melarang warung makan tetap beroperasi di siang hari pada Bulan Ramadan. Namun penerapan itu telah melalui berbagai pertimbangan. Salah satu faktor MUI Sumenep mengeluarkan kebijakan tidak biasa itu adalah pertimbangan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Umum MUI Sumenep Musthafa mengatakan, pihaknya belum menerima surat edaran (SE) secara resmi. Namun berdasarkan pemahamannya, warung makan tidak masalah buka di siang hari pada bulan puasa.

“Ya sejauh ini yang kami baca dan pahami masih tidak ada larangan untuk tutup warung makan, namun ada ketentuan tidak tertulis yang harus diperhatikan, yakni di antaranya saling menghargai,” kata Musthafa, Minggu (3/4/2022).

Bacaan Lainnya

Pertimbangan warung sah-sah saja buka di siang hari, selain kepentingan ekonomi warga, juga untuk menyediakan makanan musafir dan masyarakat lain yang membutuhkan. Tetapi ketentuan tidak tertulis yang harus ditepati warung makan adalah jangan sampai terbuka, sehingga makanan tidak tampak sampai luar.

“Yang terpenting saling menghargai, jangan terlalu terbuka saja,” imbuhnya.

Sedangkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi ingin masyarakat harus saling menghargai satu sama lain. Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga mengimbau agar para pemilik warung makanan menghentikan jualannya pada siang hari selama Ramadan.

“Artinya, bukan hanya yang berpuasa yang menghargai, tetapi yang tidak berpuasa yang menghargai kepada yang berpuasa, ya tutup dulu warungnya, nanti setelah lebaran buka lagi,” kata orang nomor satu di Kota Keris itu.

Agar dapat menjaga kerukunan, pihaknya meminta kesadaran untuk tidak adanya penutupan secara paksa terhadap warung-warung yang tetap beroperasi. Namun petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep diminta selalu inten dalam mengawasi dan merazia warung-warung yang kedapatan buka siang hari.

Namun, suami Nia Kurnia Fauzi itu juga meminta, dalam proses razia, wajib menggunakan pendekatan yang humanis. Harapannya, dalam pelaksanaan ibadah pada bulan suci yang adanya hanya sebulan dalam setahun biar lebih khusuk.

“Kami berharap penutupan warung itu tidak mencederai hati para pedagang, karena kami ingin ibadah puasa umat Islam di Sumenep tidak tergoda,” pungkas Fauzi.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.