oleh

Mulai 2020, Calon Pengantin Wajib Lakukan Tes Urine Pranikah

Kabarmadura.id/Sumenep-Surat edaran mengenai tes urine pranikah telah diterima Kemenag Kabupaten Sumenep pada (19/12/2019) dan menyatakan siap melakukan tes urine pranikah pada tahun 2020. Surat yang dimaksud yakni Nomor:B7303/Kw.13.6.1/PW.01/12/2019.

Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sumenep Abd. Azis mengatakan, surat tersebut berasal dari Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur. Isinya, mengenai keterangan bukti tes urine bagi calon pengantin.

“Sifat surat penting dan disegerakan,” katanya, Senin (06/01/2020).

Dalam surat tersebut disebutkan, hal itu merupakan tindak lanjut kerja sama antara Badan Narkotika Nasional Jawa Timur Nomor: PKS- 33/KA/HK.02/VI/2019/BNNP-JATIM dengan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor 2278/KW.13.1.3/5/2019 tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dalam surat tersebut diinstruksikan agar, pertama, bagi kabupaten/kota yang sudah ada BNNK (Badan Narkotika Nasional kabupaten/Kot) untuk menunjuk 1 Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan menjadi piloting kerjasama dimaksud.

Kedua, KUA yang ditunjuk diharuskan menambah persyaratan keterangan bukti tes urine bagi calon pengantin yang mendaftar nikah. Ketiga, persyaratan tersebut mulai berlaku bagi pendaftaran nikah pada bulan Januari 2020.

“Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim Moch. Amin Machfud,” ujarnya.

Azis melanjutkan, saat ini pihaknya mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan tes urine pranikah tersebut pada tahun 2020.

“Insyaallah hari Rabu (8/01/2020) akan mengundang KUA dan melakukan meeting dengan KUA masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam surat itu KUA yang ditunjuk harus menambah persyaratan bukti tes urine bagi calon pengantin yang hendak melakukan nikah dan KUA kecamatan kota menjadi priroritas utama e-piloting kerja sama atau pelayanan KUA berbasis elektronik. Dalam program tersebut salah satunya memberikan bimbingan perkawinan secara mandiri serta menambahkan persyaratan, yakni melakukan tes urine pra nikah.

“Sebenarnya penerapan kewajiban tes urine pranikah sudah harus diterapkan. Jadi KUA harus melampirkan hasil tes urine sebelum mendaftarkan pernikahan ke KUA,” ujarnya.

KUA saat ini harus melakukan koordinasi dengan BNN dan jika akan diterapkan harus melakukan tes urine secara mandiri. Sebab, penerapan itu sampai saat ini masih belum ada anggaran khusus.

“Saat ini Kemenag Sumenep sudah siap melakukan surat edaran dari kakanwil. Namun, tes urine harus dilakukan secara mandiri bagi calon pengantin,” ucapnya.

Sebelumnya, Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sumenep Wahyu Purnomo mengutarakan, BNN Sumenep hanya ikut perintah dari Kemeneg Sumenep mengenai tes urine pranikah. Menurutnya, jika dari Kemenag siap maka BNN juga siap.

Namun, BNN Sumenep saat ini tidak ideal. Sebab, terkendala SDM dan fasilitas yang kurang memadai. Mengenai SDM saat ini dokternya, konselor, dan pengolah data hanya 1 orang, sedangkan pelanggan banyak yang bermunculan, yang setiap harinya sebanyak 10 hingga 30 orang.

“Idealnya, para petugas masing-masing harus lebih dari satu orang. Sehingga, ketika membludak para pelanggan tidak harus antri,” katanya.

Dijelaskan, dengan diterapkannya tes urine pranikah maka akan membutuhkan banyak karyawan, agar nantinya tidak banyak antri ketika mendaftar dan melakukan tes urine.

“Berharap jika ditahun 2020 diterapkan, maka minimalnya pegawai harus lebih maksimal dan lebih banyak lagi,” paparnya.

Diketahui, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim Moch. Amin Machfud mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar salah satu syarat menikah di Jatim ini siap dilaksanakan. Selain itu, Amin menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan para kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota di Jatim.

Amin menambahkan, tes narkoba ini juga sudah diuji coba di beberapa wilayah. Dia menyebut ada beberapa orang yang sudah melengkapi syarat nikah dengan melampirkan tes narkoba. Ia berharap langkah ini bisa mendapat respon positif dari masyarakat. Karena, tes narkoba ini dilakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba. (imd/pai)

 

 

Komentar

News Feed