Muncul Dua Gundukan Mirip Pulau di Perairan Selatan Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO : KM/ALI WAFA) MIRIP PULAU: Penampakan dua gundukan mirip pulau di perairan selatan Pamekasan terlihat di Google Earth.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN, SUMENEP -Baru-baru ini, warga Pamekasan dibuat heran dengan kemunculan dua gundukan besar di perairan selatan Pamekasan. Dua gundukan tersebut terlihat sangat jelas dari atas satelit melalui Google Maps dan Google Earth.

Gundukan tersebut terlihat berdekatan. Lokasinya berada di selatan Pantai Jumiang. Namun, jika dilihat dari Google Earth atau Google Maps, pada dua gundukan itu terlihat hijau seperti pulau yang belum berpenghuni. Lokasinya juga berdekatan dengan beberapa pulau dalam teritori Sumenep.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan Taufikurrachman mengaku baru mengetahui keberadaan dua gundukan itu.

Dia belum berani memastikan bahwa dua gundukan itu merupakan pulau baru atau indikasi kemunculan pulau baru. Sebab, gundukan itu hanya terlihat melalui satelit dari google earth atau google maps.

“Saya tidak tahu,” ujar pria yang akrab dipanggil Taufik itu.

Untuk memastikan wujud dua gundukan tersebut, menurut Taufik, perlu pendapat ahli peta atau ahli kartografi. Yang memiliki kompetensi di bidang peta dan kartografi.

“Itu peta citra satelit, bukan peta biasa,” tambah mantan kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan itu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumenep juga belum bisa memprediksi munculnya dua gundukan di Selat Madura tersebut.

Kepala BMKG Sumenep Usman Kholid saat dikonfirmasi mengaku bahwa hal tersebut bukan ranahnya untuk menjawab hal tersebut.

“Kami hanya dapat menjawab ranahnya dengan cuaca, iklim, dan gempa bumi,” katanya, Minggu (14/11/2021)

Menurutnya, terkait perpetaan, dapat dikonfirmasi pada Badan Geologi Nasional.

“Tanpa data dan penelitian kami belum dapat menjawab,” tegasnya.

Namun menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang biasa. Pastinya, hal tersebut sumbernya dari google yang masih belum bisa diprediksi kebenarannya. Namun dia berharap, setiap ada kejadian baru pada bumi atau lainnya, masyarakat tidak mudah percaya tanpa melalui riset dan mengetahui dilapangan secara pasti.

“Biasanya saat ada air pasang, tidak kelihatan dan pada saat air surut akan muncul karangnya, bisa saja seperti itu,” tukasnya.

Reporter: Ali Wafa, Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *