oleh

Muncul Wacana Penghapusan Terminal

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi terminal yang terus menurun dalam kurun waktu terakhir, menimbulkan wacana baru, yakni dihapuskannya keberadaan terminal di Bangkalan.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, pada tahun 2018 lalu, retribusi dari terminal hanya mencapai Rp11,3 juta. Pendapatan tersebut turun drastis dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp21,4 juta. Sementara pada tahun 2016 lalu terminal di Bangkalan menyumbang PAD sebesar Rp97,6 juta.

Wacana tersebut muncul dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Bahkan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk segera mengambil kebijakan soal keberadaan dan manfaat dari terminal Kota Bangkalan akibat terus turunnya retribusi yang dialami saat ini.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi, dia meminta Dinas Perhubungan melakukan kroscek terhadap retribusi terminal dan mencari solusi atas terus melorotnya PAD dari terminal tersebut.

“Kita lihat saja capaian PAD kita melalui retribusi di terminal berapa, kalau kian hari kian minim berarti harus segera dievaluasi, apakah mau ditutup apa mau dicarikan solusi (lain),” katanya.

Sebelumnya, retribusi tersebut berasal dari dua terminal, yakni terminal Kamal dan Bancaran. Pada masa jayanya, atau sebelum beroperasinya jembatan Suramadu, dua terminal tersebut menjadi urat nadi transportasi umum di Bangkalan. Sebab, jalur transportasi umum dari luar Madura dan sebaliknya, melalui dua terminal tersebut.

Seiring dengan beroperasinya jembatan Suramadu, transportasi menuju Kamal semakin sepi. Sebagaimana diketahui, di Kamal juga terdapat pelabuhan penyeberangan ke Surabaya, yang sebelum ada jembatan Suramadu, merupakan satu-satunya jalur menuju Kota Surabaya. Kini, transportasi antar kota sudah menggunakan jalur jembatan Suramadu.

Selain itu, banyak penumpang yang beralih menggunakan roda dua. Bahkan, saat ini sudah berkembang moda angkutan yang bersifat privat dan menyediakan fasilitas lebih baik dibandingkan angkutan umum. Moda angkutan tersebut, sudah tidak membutuhkan terminal untuk transit maupun mengangkut penumpang.

“Di sampaing angkutan umum tidak ada peremajaan, tidak adanya ketegasan dari pihak terkait soal alur angkutan saat melintas di daerah sekitar terminal, salah satunya juga enggannya angkutan masuk ke terminal,” tambahnya.

Dengan demikian, pihaknya meminta agar Pemkab Bangkalan harus bekerja secara optimal mencari potensi lain untuk mengganti retribusi terminal yang setiap tahun terus menurun perolehannya.

“Kita harus rasional, bisa saja menghapus satu potensi dan mengoptimalkan potensi yang lain, nah yang terjadi saat ini kayaknya bukan menghapus, tapi harus ada kebijakan yang utuh bagaimana terminal yang ada dikembangkan sehingga dapat meningkatkan PAD,” tegasnya. (awe/waw)

Komentar

News Feed