Museum Keraton Sumenep Sumbang PAD Rp13 Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SEPI PENGUNJUNG: Sejak permberlakuan PPKM membuat Museum Keraton Sumenep sepi pengunjung.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pemberlakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak terhadap sejumlah sektor pariwisata. Salah satunya  retribusi dari Museum Keraton Sumenep yang terancam tidak mencapai target.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Moh Erfandi Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep menyampaikan, pada pemberlakukan berbeda pengunjung saat pemberlakuan PPKM. Selain harus vaksin, pengunjung juga harus mematuhi protokol kesehatan.
“Termasuk harus menyertakan kartu vaksin, tidak ada izin masuk kalau tidak ada ketentuan itu,” kata Erfandi, Selasa (7/9/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, awal sebelum wabah Covid-19, jumlah pengunjung yang datang ke Museum Sumenep naik turun . Sejak triwulan ini tidak ada angka kenaikan setiap bulannya.

“Pengunjung rata-rata mengaku senang, mereka bersyukur sejak dibukanya kembali museum, tetapi memang sepi hari ini hanya 15 orang dewasa, hari Minggu kemarin 5 orang anak kecil,” imbuhnya.

Erfandi menjelaskan, adanya pemberlakuan PPKM membuat dinasnya tidak menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD). Jika biasanya ditarget di atas Rp100 juta lebih dalam setiap tahunnya. Namun tahun ini pendapatan tidak terlalu menjadi target.

Masih menurut Erfandi, pada awal tahun ini sudah mengumpulkan dan menyetorkan retribusi sebanyak Rp1.300.000. Sementara untuk harga penjualan tiket tahun ini tidak ada perubahan, untuk dewasa Rp5.000, anak-anak Rp3.000, dan wisman Rp10.000.

Kendati seperti itu, perawatan museum tetap terpelihara. Sebab selain menjaga pihaknya juga ditugaskan merawat barang-barang bersejarah yang dititipkan di museum tersebut. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *