Museum Keraton Sumenep  tanpa Target PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) Sepi: Suasana keraton museum saat pandemi Covid-19. Kondisi sepi dan tanpa pengunjung.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Aktivitas museum Keraton Sumenep ditutup total. Pengunjung  baik lokal maupun luar negeri sudah tidak diperbolehkan sejak tahun 2020. Penutupan itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Kepala UPTD Museum Sumenep Moh Efendi Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep menyampaikan, awal sebelum wabah Covid-19, pengunjung yang datang ke museum Sumenep per triwulan ini angka setiap bulannya tidak terlalu signifikan.

Bacaan Lainnya

“Kalau tidak ditutup pasti kami selalu mencapai target, tapi kami kan tutup sejak awal tahun kemarin. Ya kami cuma masuk dan membersihkan yang kotor-kotor saja,” katanya, Kamis (7/1/2020).

Bahkan, tahun ini berhubung tidak ada kepastian waktu untuk dibuka kembali, maka pihaknya tidak menetapkan target PAD. Yang biasanya dipatok di atas Rp100 juta lebih di setiap tahunnya.

Efendi merincikan di triwulan pertama mulai bulan Januari tercatat 2490 tiket yang terjual yang meliputi anak-anak 1926 sisanya dewasa, bulan Februari terdiri dari 1230 dewasa dan anak-anak 545, sementara bulan ini tiket yang terjual ke turis sebanyak 41 lembar, dan bulan Maret dewasa 1318 anak- anak 628 orang atau tiket.

“Sementara untuk wisatawan mancanegara akan berkunjung saat ada acara saja, termasuk visit. Sementara untuk harga penjualan tiket tahun ini tidak ada perubahan dewasa Rp5000, anak-anak Rp3000, dan wisman Rp10.000,” imbuhnya.

Kendati seperti itu, perawatan museum tetap terpelihara, sebab selain menjaga pihaknya juga ditugaskan merawat barang-barang bersejarah yang dititipkan di museum tersebut.

“Kami sampai saat ini masih tetap menunggu instruksi, kan mungkin kesehatan lebih dipertimbangkan, ya harus bersabar dulu,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *