oleh

Musim Kemarau, Petani Diimbau Tidak Panen Jagung Muda

Kabarmadura.id/Bangkalan– Saat musim kemarau melanda Bangkalan, banyak petani yang menanam tanaman jagung memilih untuk memanen jagungnya secara dini. Yakni mereka (petani, red) memanen jagungnya saat belum siap panen atau belum memasuki usia jagung siap untuk digunakan produksi.

Hal tersebut memicu kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertaholbun) Bangkalan, Puguh Santoso mengatakan, untuk tidak memanen tanaman jagung secara dini.

“Saya minta petani ini janganlah memanen tanaman jagungnya ketika belum mencapai usia siap produksi,” ucapnya.

Dirinya meminta, baik kepada peternak dan petani jagung untuk tidak melakukan hal tersebut. Jikalaupun para peternak dan petani terpaksa memanen dini tanamannya untuk kebutuhan pakan. Lelaki yang kerap disapa Puguh ini menyarankan, sebaiknya memanen tanaman jagung saat buahnya sudah bisa dimanfaatkan meskipun belum siap panen.

“Lebih baik dipanen saat tanaman jagung ini buahnya yang sudah bisa dimanfaatkan. Sehingga, daunnya bisa untuk pakan dan buahnya bisa tetap dijual seperti untuk jagung bakar,” paparnya.

Di Bangkalan sendiri, Puguh menjelaskan, ada 2,3 ton jagung dalam satu hektar. Dimana Puguh menyampaikan, ini termasuk hasil yang cukup sedikit dibandingkan daerah lain. Namun demikian, jagung di Madura sendiri khususnya Bangkalan. Dirinya menyampaikan, kebanyakan petani menanam jagung untuk dikonsumsi sendiri.

“Biasanya 30 persen dijual, yang 70 persen untuk kebutuhan sehari-hari seperti dikonsumsi sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, masyarakat Bangkalan lebih senang untuk menanam jagung memakai benih jagung lokal. Maka dari itu, jagung yang ada di Bangkalan hanya menghasilkan 2,3 ton per-hektarnya.

“Pemakaian benih hybrida masih 20 persen, sedangkan 80 persen petani masih menggunakan benih jagung lokal,” tandasnya. (ina)

Komentar

News Feed