oleh

Mustikayanti Torehkan Prestasi Melalui Program “SALAK”

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Mustikayanti Yuni Lestari merupakan  perempuan asal Arosbaya yang  banyak menorehkan prestasi. Banyak kompetisi yang telah diikutinya. Semisal  ajang pencarian Duta Satlantas Jawa Timur tahun 2020 lalu.

Ia juga pernah mengikuti  pemilihan Duta Wisata Kacong Jebbing Bangkalan tahun 2019. Sekarang masih sebagai Jebbing Bangkalan. Dari situlah menjadi awal mula Mustika ikut seleksi  sebagai Duta Satlantas Jawa Timur.

Mahasiswi Universitas Airlangga ini mengungkapkan, Satlantas Bangkalan meminta Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Bangkalan untuk merekomendasikan agar Kacong Jebbing bisa mengikuti kompetisi tersebut. Saat itu, ia bergabung di Kompolan Kacong Jebbing Bangkalan (K2JB).

Perempuan berusia 23 tahun itu termasuk salah satu kandidat yang diajukan untuk mengikuti  seleksi lanjutan dari Satlantas Polres Bangkalan. Setelah terpilih beberapa kandidat, Satlantas yang menyeleksi sesuai kriteria untuk mewakili ke Polda Jatim.

“Proses seleksinya meliputi public speaking, unjuk bakat, dan pengetahuan tentang lalu lintas. Dari 3 kriteria ini, baru dipilih sepasang  yang mewakili,” katanya, Kamis (11/3/2021).

Meski terkendala dalam pendalaman materi lalu lintas, ia tetap belajar hal tersebut. “Jadi kan kami diwajibkan punya program unggulan, nah untuk memutuskan program yang sesuai ini, yang perlu pemikiran ekstra,” tambahnya.

Perempuan yang mengambil jurusan Ilmu Biologi itu menuturkan, Meski pada waktu itu terpilih sebagai Duta Satlantas Polres Bangkalan, ia harus menguasai materi lalu lintas sekitar 2 hingga 3 bulan lamanya.

Padahal ia sendiri ia belum mengetahui kabar akan dikirim sebagai perwakilan Bangkalan di Duta Satlantas Polda Jatim. Selama 2 bulan itu, kegiatannya berupa menjadi spokesperson (juru bicara) dari program polres. Setelah akhir bulan kedua, ia menerima informasi mengenai pemilihan tersebut.

“Nah di sini barulah diputuskan satu dari beberapa program untuk dipresentasikan,” ujarnya.

Ketika mengikuti kompetisi itu, banyak pengalaman yang diperoleh yang kemudian dibagikannya kepada wartawan Kabar Madura. Seperti pengalaman mengikuti  seleksi Polres Bangkalan. Katanya, karena banyak kandidat lain yang dikenalnya, jadi lebih santai.

“Terus bisa saling berbagi ilmu lah karena sama-sama baru belajar soal pengetahuan lalu lintas. Yang challenging ketika diberikan kesempatan menunjukkan aproachment sosialisasi ke masyarakat. Dikasih case gitu waktu diseleksi,” jelasnya.

Kala itu, ia kebetulan mendapat peran untuk sosialisasi ke pasar. Waktu itu, ia memilih pendekatan lewat bahasa Madura agar berkesan dan diingat masyarakat.

Sedangkan pengalaman di Polda Jatim, ia mengaku menjalani proses seleksi selama 2 hari di Kota Batu. Katanya, ada 39 pasang, termasuk Bangkalan yang berkompetisi. Selama karantina, ada kelas materi tentang lalu lintas, baik dari polda, dishub, diknas, dan akademisi.

“Seru banget di situ, banyak berbagi ilmu, dan saya lebih tahu bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar itu,” tuturnya.

Ia mengetahui informasi dari Disbudpar Bangkalan  bahwa dirinya lolos sebagai kandidat. Kemudian ia langsung belajar soal lalu lintas melalui internet, terutama tentang UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

“Saya terus belajar dan ingin tahu lebih tentang lalu lintas. Waktu seleksi di polres juga ada pembekalan lebih lanjut dari polantas tentang itu. Saya lebih belajar dari banyak  sumber sih. Kan kalau soal lalu lintas gak bisa teori aja dari apa yang ada di lapangan juga,” tambahnya.

Berbekal hanya belajar dari internet, ia berhasil meraih juara harapan II. Program unggulan yang dinamainya Safety trAffic LeArning for Kids (SALAK) dengan metode story telling (mendongeng, red) berhasil meraih perhatian juri.

Programnya itu mengutamakan edukasi untuk anak-anak. “Kalo bicara soal patuh berlalu lintas, kan harus dibiasakan sejak  kecil. Jadi pas di Jawa Timur, dewan juri tertarik sama itu,” tandasnya. (ina/maf)

Komentar

News Feed