Mutasi JPT Terancam Molor

  • Whatsapp
KM/DOKUMEN BELUM KELUAR: Hasil asesmen ASN eselon II, hingga kini tak kunjung keluar dari BKD Provinsi Jatim.

Kabarmadura.id/Sampang-Sebanyak 21 orang kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, sudah mengikuti uji kompetensi (asesmen) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Sayang hingga kini, hasil asesmen itu tak kunjung keluar, praktis pelaksanaan rotasi/mutasi jabatan pemimpin tinggi (JPT) urung terlaksana.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang Arif Lukman Hidayat mengaku, pihaknya saat ini masih menunggu hasil asesmen para Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II B  dari BKD Provinsi Jatim turun.

Pihaknya memasrahkan sepenuhnya kepada BKD Provinsi Jatim, terkait catatan hasil dari uji kompetensi para ASN tersebut. Diungkapkannya, hasil asesmen masing-masing pejabat ini, akan dijadikan sebagai dasar pertimbangan bupati dalam mengambil keputusan pada rotasi atau mutasi jabatan.

“Hasil asesmen dari 21 peserta itu, kemungkinan tanggal 29 Agustus 2019 mendatang sudah diterbitkan,” terangnya, Senin (26/8).

Lebih lanjut pihaknya memaparkan, dari 33 OPD di lingkungan Pemkab Sampang, terdapat 12 kursi jabatan strategis yang hingga kini masih dibiarkan kosong, termasuk jabatan sekretaris daerah (sekda).

Kendati demikian, pihaknya mengungkapkan, dari 21 orang yang wajib mengikuti asesmen untuk pelaksanaan rotasi/mutasi pejabat itu, ada satu peserta belum bisa mengikuti uji kompetensi tersebut, pasalnya yang bersangkutan sedang sakit.

“Dari 21 JPT itu, Kepala Dispendukcapil Sampang Ali Wafa tidak bisa ikut, karena sakit, makanya kami masih menunggu keputusan dari BKD Provinsi Jatim untuk mengikuti uji kompetensi susulan,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menegaskan, untuk bisa ikut rotasi/mutasi pejabat, wajib mengikuti uji kompetensi di BKD Provinsi Jatim, karena syarat itu sangat mempengaruhi dalam tahapan penentuan. Sebab memalui hasil asesmen atau rapor hasil uji kompetensi itu, akan diketahui posisi yang sesuai dengan keilmuan dan kemampuan dari masing-masing peserta.

Pada uji kompetensi tersebut, panitia memberikan hasil catatan perorangan dari semua peserta, berdasarkan kemampuan masing-masing individu pejabatnya. Tidak menggunakan sistem lulus atau tidak.

Karena, nantinya hasil penilaian asesmen itu akan disodorkan kepada Bupati Sampang, untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan bagi setiap JPT untuk menduduki jabatan tertentu.

“Hasil asesmen ini, nantinya sebagai bahan pertimbangan untuk pemetaan pejabat eselon II-B sesuai kemampuannya dalam bidang tertentu, sehingga penempatan pejabat sesuai kompetensinya.” tandasnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *