oleh

Nafas Bersama Asmaul Husna

Oleh Slamet Makhsun*

Setiap umat Islam tentu tidak asing dengan kata Asmaul Husna, yang artinya nama-nama terbaik yang disandang Allah Swt. Nama-nama tersebut merupakan manifestasi dari sifat-sifat Allah Swt. yang menunjukan eksistensi (wujud)-Nya.

Asmaul Husna hanya dimiliki Allah Swt., sedangkan makhluk tidak berhak memilikinya karena tidak ada yang setara dengan-Nya.  Manusia yang statusnya sebagai makhluk hanya bisa berusaha mendekati atau menyerupai sifat-sifat-Nya secara kodrati. Semisal Allah Swt. memiliki nama al-Ghoffur yang berarti Maha Pengampun, manusia hanya bisa mengampuni sesamanya secara terbatas, sedangkan ampunan dari Allah Swt. tidak terbatas bagi semua makhluk-Nya.

Seseorang yang senantiasa mencintai Allah Swt. dan juga dicintai-Nya niscaya akan menjadi seseorang yang arif bijaksana. Lebih jauh, ia akan selalu menampilkan kebahagiaan, sementara sifatnya dipenuhi kelemahlembutan. Sebab, jiwanya senantiasa dipenuhi oleh sifat Allah Swt. yang paling dominan, yaitu ar-Rahman dan ar-Rohim yang berarti Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Untuk senantiasa mencintai-Nya, apalagi memperoleh cinta-Nya, tentu bukan perkara yang mudah. Namun, sejatinya setiap orang memiliki potensi tersebut. Yang perlu dilakukan adalah mulai belajar untuk mengenali Allah Swt. lewat Asmaul Husna, kemudian senantiasa berusaha untuk meneladeni sifat-sifat-Nya.

Dalam buku ini, nama-nama Allah Swt. dikategorikan kedalam tiga jenis, yaitu Allah Swt. sebagai pemelihara, Allah Swt. sebagai penguasa, dan Allah Swt. sebagai sesembahan.

Pertama, Allah Swt. sebagai pemelihara sangat nampak pada dua belas dari nama-nama-Nya, salah satunya adalah ar-Rozaq. Ar-Rozaq memiliki arti bahwa Allah Swt maha pemberi rizki. Sesuatu yang bernyawa pasti memiliki siklus kehidupan. Dalam menopang kehidupannya tentu butuh asupan tenaga, entah berupa makanan, minuan, oksigen, atau cahaya. Dan setiap yang bernyawa, hanya Allah Swt yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kedua, Allah Swt. sebagai penguasa juga banyak dijelaskan dalam sifat-sifat-Nya, terhitung ada sembilan belas nama yang menunjukan hal tersebut. Diantaranya adalah al-‘Adl yang memiliki arti bahwa Allah Swt. Maha Adil. Seorang penguasa tentu memiliki suatu hal yang dikuasai, semisal seorang Raja pasti menguasai rakyatnya. Jalan hidup rakyatnya, ditentukan oleh aturan yang dibuat sang Raja. Tapi aturan yang dibuat Raja belum tentu mempunyai kemaslahatan pada rakyatnya. Beda dengan Allah Swt. yang notabenenya sebagai penguasa alam semesta, Dia mengatur alam semesta dengan adil. Setiap aturan yang dibuat Allah Swt., pasti memiiki kemaslahatan bagi hamba-Nya, tiada sekalipun makhluk yang dibeda-bedakan dan dirugikan.

Terakhir, Allah Swt. sebagai sesembahan, dalam buku ini terangkum dalam tujuh belas nama. Al-Ahad termasuk salah satunya, yang memiliki makna bahwa Allah Swt. Maha Tunggal. Jikalau Tuhan tidak tunggal, maka akan sangat rancau jika dinalar. Semisal dalam sebuah kerajaan ada dua raja, maka akan saling tumpang tindih dalam segi pembuatan aturan, pelaksanaan, bahkan bisa terjadi perebutan kekuasaan. Demikian pula dengan Tuhan, jika tidak tunggal.

Buku sederhana ini menguraikan tentang Asmaul Husna secara ringkas namun padat. Pada bab pertama disajikan pembahasan singkat tentang pengertian Asmaul Husna. Bab kedua tentang pembagian Asmaul Husna, dan bab terakhir berisi kisah-kisah teladan yang berkaitan dengan Asmaul Khusna. Rahasia-rahasia Asmaul Khusna juga dibahas dalam bab terakhir, sehinga bisa menjadi pendorong dan penyemangat pembaca dalam meneladeni Asmaul Husna. Oleh karenanya, kehadiran buku ini  amatlah penting dan pembaca mesti membacanya sampai tuntas.

*)Mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Judul Buku      : 99 Langkah Menuju Berkah

Penulis             : Febrina Arisa

Penerbit           : Laksana

Cetakan           : Pertama, 2020

Tebal Buku      : 224 Halaman

Komentar

News Feed