Nahda Tamam Launching Buku, Disdikbud Pamekasan Wujudkan Sekolah Rutin Terbitkan Buku

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MENDORONG: Disdikbud Pamekasan dorong percepatan pengembangan literasi untuk siswa dan guru agar melahirkan karya-karya tulis terbaik

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Untuk memicu siswa dan guru agar rajin berkarya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengembangan literasi guru dan siswa.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari tersebut, dilaksanakan di Hotel Cahaya Berlian. Teknis kegiatannya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,

Bacaan Lainnya

Diikuti 100 guru dan 50 siswa, kegiatan itu membawa misi untuk menumbuhkan tradisi membaca, menulis dan menumbuhkan pemahaman literasi, sehingga tidak mudah termakan oleh hoaks dan kaya akan cakrawala berpikir.

Selama kegiatan, juga diadakan launching buku kedua dari Nahda Tamam, putri sulung pasangan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Nayla Tamam. Nahda mengenalkan buku dengan judul “Kita Semua Sama”.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, pengembangan literasi di lingkungan pendidikan sangat perlu dioptimalkan, sebab akan berdampak besar terhadap  berbagai kehidupan siswa di masa depan.

Kegiatan pengembangan literasi yang dilaksanakan oleh Disdikbud Pamekasan, disebut sebagai upaya dari Pemkab Pamekasan dalam mendorong tumbuhnya minat baca dan menulis, dalam rangka melahirkan generasi hebat masa depan.

“Orang senang membaca mesti senang menulis, orang yang senang membaca mesti akan mendapatkan sumber pengetahuan yang banyak, orang yang senang membaca pasti kaya perspektif, sehingga cakrawala berpikirnya akan luas,” paparnya saat memberikan arahan di acara bimtek tersebut, Senin (20/9/2021).

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini berpandangan senada. Bimtek kepada siswa dan guru tersebut merupakan strategi untuk percepatan pemahaman literasi di kabupaten berjuluk Gerbang Salam ini. Pihaknya menargetkan, setiap lembaga pendidikan di bawah Disdikbud Pamekasan harus menerbitkan 1 buku setiap tahunnya.

“Ada 2 yang ingin kami dapatkan, mengajarkan mereka tentang menulis dan membaca, bisa terampil membaca dan menulis, menulis dan membaca yang bagus, minimal dalam setahun satu buku dari satu sekolah,” ulas Zaini.

Zaini juga memastikan, Disdikbud akan memfasilitasi penerbitan buku dari setiap lembaga pendidikan yang ingin menerbitkan karyanya, baik buku yang berasal dari kumpulan karya siswa ataupun dari guru-guru.

“Tujuan yang lebih besar adalah menumbuhkan pemahaman literasi, literasi membaca, menulis, sosial, agama, maupun literasi yang lain,” ucap Zaini yang juga menyatakan akan menyiapkan para pembimbing untuk penerbitan buku di setiap lembaga pendidikan.

Sedangkan Nahda Tamam saat launching bukunya mengakui, budaya membaca dan menulis perlu dibentuk oleh lingkunganya, berdasar pengalamannya, dia bisa membaca 3 atau 4 buku dalam sehari, sehingga saat ini sudah bisa menerbitkan buku yang kedua.

“Munculnya ide menulis berdasar pada seringnya membaca referensi,” singkat Nahda.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *