Naik Rp9 Ribu, UMK Sampang Masih Terendah se-Jawa Timur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) TERENDAH: Meski mengalami kenaikan, upah minimum kabupaten (UMK) Sampang masih berada di posisi paling bawah se-Jawa Timur.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Nominal kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur telah ditetapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Senin, (30/11/2021). Tercatat, UMK Sampang menduduki posisi terendah di Jawa Timur.

Sebelumnya, pada tahun lalu, UMK Sampang sebesar Rp1.913.321, kemudian naik menjadi Rp1.922.122 pada tahun ini. Sementara itu, tiga kabupaten lainnya di Madura, seperti Bangkalan UMK-nya sebesar Rp1.956,773,48,  Pamekasan Rp1.939.686,39, dan Sumenep Rp1.978.927,22.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan DPMPTSP dan Naker Sampang, Agus Sumarso membenarkan kenaikan UMK di Sampang hanya sebesar Rp9 ribu. Kebijakan tersebut akan diberlakukan pada tahun 2022 mendatang.

“Tahun ini UMK Sampang Rp1.913.321. Tahun depan naik Rp9 ribu. Sehingga di 2022 naik menjadi Rp. 1.922.122,97,” ungkapnya.

Agus menyebut bahwa kenaikan itu telah sesuai dengan permintaan yang diajukan. Menurutnya, pengajuan kenaikan UMK harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan inflasi yang ada di Sampang.

“Kita sudah melakukan berbagai pertimbangan dan penyesuaian dengan kondisi ekonomi dan inflasi saat ini. Angka kenaikan itu memang sudah sesuai,” tambahnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *