Naiknya Target PAD Kesehatan justru DipersoalkanLegislator Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) RAPAT: Komisi D DPRD Bangkalan membahas PAD Dinkes Bangkakan yang dinaikkan 30 persen di tahun 2021 ini.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Adanya perubahan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2021, disorot oleh Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Terutama target PAD Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Mereka menilai, kenaikan PAD sebesar 32 persen dari tahun 2020 dinilai kurang etis. Sebab, saat ini wabah Covid-19 belum berakhir.

Diketahui target PAD Dinkes tahun 2021 menjadi Rp55 miliar atau naik jadi 32 persen dari tahun 2020 sebesar Rp42 miliar.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi D DPRD BangkalanNur Hasan menyampaikan hal itu, langsung kepada pihak Dinkes Bangkalan saat dipanggil di ruangannya, Selasa (16/3/2021). Dia mengingatkan agar kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama Dinkes.

“Kami sudah minta penjelasan pada Dinkes tentang kenaikan PAD yang secara global kami lihat ada kenaikan 32 persen,” katanya.

Kenaikan itulah yang dia sebut kurang etis, meski setiap tahunnya Dinkes mampu mencapai target lebih. Sebab, saat ini masih suasana wabah covid-19. Jika itu dinaikkan, dia menilai, Dinkes mengharapkan ada masyarakat yang sakit.

Mbok ya jangan dinaikkan, kami sudah bilang, oke dinaikkan tidak apa-apa. Tapi kalau mencapai target jangan bilang itu adalah sebuah prestasi,” ujarnya.

Karena kenaikan PAD itu juga dirasa oleh Nur Hasan pada momentum yang tidak pas. Akhirnya, atas dasar itu, dia meminta ada evaluasi dan dipertimbangkan lagi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengenai adanya kenaikan PAD itu.

“Kalau dari mereka alasannya barusan karena banyak yang sudah divaksin, pasti banyak orang sehat. Optimisme tidak tertular Covid-19 harapannya semakin tinggi,” ungkapnya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, atas dasar itu, Dinkes meyakini akan banyak masyarakat yang kembali berobat dan penggunaan fasilitas puskesmas akan semakin ramai. Sehingga, akan banyak yang masuk menjadi PAD.

“Saya inginnya kesehatan masyarakat ini jadi prioritas utama. Masak kalau PAD dinaikkan dengan alasan puskesmas akan kembali ramai berarti ini kan berharap masyarakat banyak yang sakit atau terkena covid-19,” terangnya.

Namun dia malah melihat, masyarakat masih banyak yang takut untuk berobat ke rumah sakit atau puskesmas karena takut didiagnosa terkena Covid-19. Bahkan Nur Hasan menilai, jangankan berobat, untuk divaksin saja masih banyak masyarakat yang takut.

“Iya, itu terlalu prematur pemerintah menaikkan target PAD yang sampai 30 persen ditengah wabah covid-19. Kecuali wabah ini sudah benar-benar melandai dengan ditandai kasus yang tidak tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Keuangan Dinkes Bangkalan Meri Amalia menjelaskan, pertemuan dengan legislatif itu memang membahas adanya sinkronisasi PAD dari Bapenda. Adanya kenaikan PAD tahun 2021 berawal dari adanya perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2020 akibat wabah Covid-19 yang menjadikan target PAD Dinkes diturunkan.

Karena merasa bahwa tahun ini angka pasienCovid-19 sudah melandai, PAD Dinkes kembali dinaikkan hingga 32 persen. Dia berharap, adanya vaksin masyarakat itu bisa kembali berobat ke puskesmas.

“Jadi kenaikan itu diharapkan wabah ini berakhir sehingga masyarakat bisa kembali normal datang ke puskesmas untuk berobat sebagai peningkatan PAD,” tuturnya.

Target kenaikan ini akan ada evaluasi lanjutan bagi instansinya. Jika nantinya puskesmas tidak bisa memenuhi target, pihaknya akan mengevaluasi dengan Bapenda untuk kembali menurunkan PAD. Sebab, meski dinaikkan 30 persen, Meri juga pesimistis bisa mencapai target, karena terlalu tinggi.

“Kami masih menunggu evaluasi saja seperti apa dalam realisasi nanti. Karena nanti akan ada laporan dari puskesmas berapa capaiannya akan kami evaluasi ulang dan laporkan ke Bapenda,” pungkasnya. (ina/waw)

TARGET PAD DINKES BANGKALAN

  • Target 2020 Rp42 miliar
  • Naik jadi Rp55 miliar di tahun 2021 atau naik 32 persen

PENILAIAN LEGISLATOR

  • Kenaikan tidak etis
  • Seperti mengharap banyak warga sakit
  • Masih wabah Covid-19 juga jadi alasan
  • Jangan jadi prestasi jika capai target
  • Haruskan kesehatan masyarakat jadi prioritas

“Mbok ya jangan dinaikkan, kami sudah bilang, oke dinaikkan tidak apa-apa. Tapi kalau mencapai target jangan bilang itu adalah sebuah prestasi.” Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan

TANGGAPAN DINKES

  • Naiknya PAD 2021 lantaran PAD 2020 diturunkan di PAK
  • Namun Dinkes tetap mampu capai target
  • Alasan dinaikan, angka pasien Covid-19 sudah melandai
  • Akan tetap ada evaluasi lanjutan, terutama jika puskesmas gagal capao target
  • Target PAD bisa kembali ditururunkan
  • Dinkes juga pesimistis bisa capai target kenaikan

“Kami menunggu evaluasi dalam realisasi nanti. Karena akan ada laporan dari puskesmas berapa capaiannya, lali kami evaluasi ulang dan laporkan ke Bapenda.”Kasubbag Keuangan Dinkes Bangkalan Meri Amalia

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *