Nakes di Sumenep Sudah Menerima Insentif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TERUS CAIR: Pengajuan klaim biaya perawatan pasien Covid-19 tahap IV ada beberapa yang tidak dikabulkan Kemenkes.

KABARMADURA.ID, Sumenep – Akhirnya pengajuan insentif tenaga kesehatan (nakes) yang diajukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah turun. Besaran insentif mencapai Rp500 juta lebih untuk 91 nakes yang merawat pasien Covid-19.

“Untuk tahap selanjutnya kami akan ajukan lagi. Sebab, yang merawat pasien sudah banyak pengorbanan waktu,” ujar, Direktur RSUD Sumenep dr. H. Moh. Anwar Sumenep Dr. Erliyati,  Selasa (20/10/2020)

Bacaan Lainnya

Menurutnya, untuk tahap selanjutnya masih dihitung terkait dana serta jumlah nakes yang akan diajukan. Sebab, butuh proses dan penghitungan yang matang mengenai persyaratan pemberkasan. Tujuannya, agar tidak lama seperti tahap sebelumnya. “Pengabdian nakes tetap diperjuangkan,” katanya.

Hal senada disampaikan Kadinkes Sumenep Agus Mulyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumenep, Moh. Nur Insan. Menurutnya pemberkasan nakes sudah lengkap.

Dengan begitu, insentif nakes sudah dicairkan ke rekening masing-masing melalui Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). “Kami pastikan semua yang diajukan sudah cair,” tegasnya.

Dia menegaskan, sumber dananya dari Kemenkes yang diserahkan ke instansinya saat ini masuk ke kas daerah (Kasda). Sehingga, untuk pencairannya langsung masuk ke rekening yang bersangkutan.  “ Semuanya tergantung pemberkasan. Jika tidak ada masalah maka pasti cepat cair,” tegasnya.

Sementara itu, perawat pasien Covid-19, Sigit Setiawan mengakui, pencairan sudah satu minggu yang lalu. Dirinya sangat bersyukur. “Kerja Ekstra demi pasien Covid-19 terus kami perjuangkan,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, besaran insentif yang diterima oleh tiap nakes berbeda. Untuk dokter spesialis mendapatkan maksimal Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum Rp 10 juta, perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya dijatah maksimal Rp5 juta per bulan. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *