Nasib Guru Honorer di Sumenep Masih Ngambang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SOSIALISASI: Aktivitas guru yang berstatus PNS mengikuti kegiatan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Nasib guru honorer di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Sumenep masih ngambang. Sebab, sampai saat ini untuk sistem pemberian honor dipasrahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Kepala Cabdindik Wilayah Sumenep Syamsul Arifin menyampaikan, mekanisme proses pengajuan guru honorer untuk sekolah menengah atas (SMA) dipasrahkan penuh kepada sekolah. Maka dari itu, semua tanggungan termasuk honor diambilkan dari biaya operasional sekolah tersebut.

“Kami tidak tahu untuk guru honorer, tapi yang pasti kewajiban mereka tetap harus hadir ke sekolah untuk merencanakan tugas-tugas dan metode pembelajaran yang akan diberikan ke siswanya. Nah untuk gaji dan tunjangan lainnya harus sekolah yang bertanggung jawab,” katanya.

Dikatakannya, untuk yang statusnya non pegawai negeri sipil (PNS), sampai saat ini belum ada solusi dari pemerintah provinsi maupun pusat. Sehingga sementara sepenuhnya menjadi tanggungan sekolah.

Ditegaskan Syamsul, sementara pihaknya hanya bertanggung jawab terhadap proses penggajian guru-guru yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) gubernur.

Untuk guru yang mendapatkan SK gubernur, proses pencariannya diterima langsung oleh yang bersangkutan. Hal ini berbeda dengan guru honorer yang besaran gajinya menjadi keputusan sekolah.
“Maksudnya guru honorer yang dapat SK tetap utuh dan masuk ke rekening masing-masing, yang nominal Rp900 ribu perbulan,” imbuhnya.

Syamsul menambahkan, untuk jumlah guru baik yang berstatus guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT) yang mengajar di tingkat SMA dan SMK  hanya sekitar 422 guru.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *