oleh

Nelayan Diperbolehkan Melaut, Asal Tidak Berkerumun

Kabarmadura.id/SUMENEP– Nelayan di Kabupaten Sumenep tetap boleh melaut meskipun dalam masa wabah Covid-19. Namun, tetap harus diatur agar tidak berkerumun, termasuk saat menjual hasil ikan tangkap.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arief Rusdi mengatakan, jumlah pelaut dalam satu perahu diharapkan paling banyak 6 orang dan tidak melakukan kerumunan massa pada satu perahu.

“Masyarakat nelayan boleh melakukan aktivitas melaut, asalkan tidak berkerumunan,” katanya, Minggu (26/4/ 2020).

Dijelaskan, para nelayan memilih tetap melaut dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam kondisi ini mereka harus tetap melaut.

“Alhamdulillah ketersediaan ikan hasil tangkap nelayan setempat hingga saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi warga Sumenep,” ujarnya.

Untuk pejualan ikan nantinya juga tidak harus berkerumun. Sebab, sangat berdampak pada Covid-19. Caranya, harus dipanggil satu persatu ketika hendak menjual hasil tangkapannya.

“Jaga jarak adalah langkah utama dalam pencegahan Covid-19. Sehingga, para pelaut aman dari Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Ahmad (35), nelayan asal Desa Lobuk Bluto mengatakan, saat ini tetap melaut setiap hari, kecuali hari Jum’at. Ahmad mengakui, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh nelayan.  Harga serta permintaan ikan dari pihak pabrikan dan eksportir menurun.

‘’Harga ikan laut yang diekspor mengalami penurunan hingga 50 persen dari harga normal,” ujarnya.

Menurut dia, ekspor ke luar negeri sebagian besar terhenti. Padahal pengiriman ikan ke negara tersebut sangat banyak.

‘’Biasanya kalau musim seperti ini, harga ikan laut mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun, mewabahnya Covid-19 sangat dirasakan betul,” tukasnya.

Ahmad mencontohkan, ikan kuningan yang biasanya Rp12 ribu per kilogram (kg), kini hanya Rp7 ribu per kg. Ikan golok yang biasanya Rp12 ribu hingga Rp24 ribu per kg, kini hanya Rp 8 ribu per kg. Saat ini sebagian nelayan hanya menunggu pembelian dari pedagang.

“Semoga Covid-19 cepat reda. Sehingga, pelaut juga merasakan manisnya hasil ikan tangkap,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed