New Normal, Ratusan Karyawan Perusahaan di Sampang Tetap “Dirumahkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) BELUM JELAS: Nasib ratusan karyawan di sejumlah perusahaan di Kabupaten Sampang yang “dirumahkan” akibat wabah Covid-19 belum jelas.

Kabarmadura.id/Sampang-Meski pemerintah sudah mulai menerapkan sistem new normal untuk menghadapi wabah Covid-19, namun hal itu tidak lantas menjamin karyawan sejumlah perusahaan di Kabupaten Sampang, bisa kembali mendapatkan pekerjaannya.

Sebab, dari empat perusahaan yang selama ini “merumahkan” karyawannya, baru dua diantaranya yang sudah aktif kembali. Namun hal itu tidak lantas membuat jasa pekerja yang sempat “dirumahkan” kembali dimanfaatkan di perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskumnaker) Sampang Heru mengatakan, saat ini baru ada satu perusahaan perhotelan, yakni Hotel Bahagia yang melaporkan sudah memperkerjakan karyawannya meskipun dalam sistem shift.

Langkah itu dinilai tepat, lantaran bisa memancing perusahaan lain untuk kembali mempekerjakan karyawan yang sempat “dirumahkan” saat masa new normal nantinya. Bahkan, Hotel Semilir sudah melaporkan rencana untuk kembali mempekerjakan karyawannya pada Juli mendatang.

Sementara untuk dua perusahaan lainnya seperti, perusahaan jahit sepatu milik usaha dagang (UD) Suramadu dan Hotel Camplong masih belum ada kejelasan kapan akan kembali membuka usahanya.

“Karyawan perusahaan jahit sepatu milik UD Suramadu paling banyak merumahkan karyawan sejumlah 190 orang, mereka mengaku masih menunggu kabar dari Sidoarjo untuk kembali aktif,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).

Lebih lanjut, pihaknya mengharapkan bagi karyawan yang masih “dirumahkan” agar mendaftar kartu prakerja untuk mengisi waktu kosong, sembari belajar untuk memulai usaha mandiri di tengah wabah Covid-19.

“Data karyawan yang dirumahkan sudah dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan lanjut dikirim ke kementrian, sehingga menjadi prioritas untuk lolos kartu prakerja,” pungkasnya. (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *