oleh

NGOPI & AKUSTIKAN; Carok Menginspirasi Perfilman Sumenep

Kabarmadura.id/SUMENEP-Panggung Kreasi Anak Negeri yang dikemas dalam acara Ngobrol Inspirasi (Ngopi) dan Akustikan pada malam Minggu (30/3), berlangsung meriah. Gedung Kesenian Gotong Royong, tempat kegiatan berlangsung, dipenuhi pengunjung dari kalangan milenial.

Selain akustikan, berbagai kegiatan dilakukan. Mulai dari dialog soal proses kreatif dan pengenalan aktor oleh sutradara film pendek carok, Ivan Putra atau Bandhito dengan kalangan muda. Tak hanya sang sutradara, pemeran film carok pun ikut nimbrung.

Setelah dilaog, penyelenggara Ngopi dan Akustikan menyajikan film carok kepada kaum muda yang penasaran dengan film tersebut. Tentunya, hiburan akustikan sambil lalu ngopi menghangatkan suasana.

“Ini sambutan luar biasa dari teman-teman kalangan milenial. Dialog, dan nonton bareng (nobar) film carok sengaja kami sajikan,” ujar Nurholis, ketua panitia Ngopi dan Akustikan saat menyajikan dialog dan nobar film carok.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi yang ikut nimbrung di kegiatan itu menyampaikan terima kasih kepada anak-anak muda yang telah menginisiasi dan berpartisipasi terselenggaranya kegiatan.

“Kali ini tempatnya berbeda, sekarang di di Gedung Kesenian Gotong Royong, biasanya di Taman Adipura. Tapi karena di area Taman Adipura ada kegiatan lain, maka dipindah sementara. Namun jelas, Ngopi dan Akustikan akan digelar rutin setiap malam minggu, dan dengan tema kegiatan berbesa,” paparnya.

Film carok menurut Uji, sapaan akrab wabup muda itu, merupakan karya anak muda luar biasa. Pihaknya akan selalu mendukung yang menjadi kreativitas anak-anak muda, agar yang jadi keinginan bisa terlaksana.

Harapannya ke depan, dunia perfilman di Sumenep bisa diminati oleh pemuda. Membuat film tidak mudah, butuh profesionalitas, ketekunan dan belajar yang sungguh-sungguh. Maka dengan adanya dialog oleh sang sutradara film carok dan para pemain bisa menginspirasi kaum milenial di Bumi Sumekar.

“Nonton film carok, harus ditonton seksama dan hingga selesai. Sehingga benar-benar tahu pesan apa yang disampaikan, agar tidak salah persepsi, salah paham tentang carok,” tuturnya.

Ditambahkan, hal itu akan membuka wawasan kalangan muda, khususnya masyarakat umum tentang carok agar benar-benar mengetahui apa itu carok. Karena tidak jarang, orang Madura sendiri tidak mengerti dan tidak paham apa itu carok.

“Melalui film itu, akan mengetahui apa itu carok. Ini sebuah karya yang luar biasa dan sudah mengangkat sebuah hak yang sangat diketahui halayak,” tukasnya. (ong/waw)

Komentar

News Feed