oleh

Ngopi dan Akustikan, Wabup Launching Buku “Saatnya Move On”

Kabarmadura.id/SUMENEP-Nuansa berbeda pada kegiatan Panggung Kreasi Anak Negeri yang dikemas dengan Ngobrol Inspirasi (Ngopi) dan Akustikan pekan ke-14, jika dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Nuansa Ramadan sangat kental pada kegiatan yang rutin digelar setiap pekan itu. Salah satunya adalah bagi-bagi takjil di area Taman Adipura Sumenep, setelah itu dilangsungkan dengan buka bersama.

Yang spesial pada kegiatan Panggung Anak Negeri yang bertempat di ujung timur Taman Adipura itu, yakni dilanchingnya buku karya Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang berjudul Saatnya Move On.

Berkenaan dengan karya tulisnya itu, Fauzi menyampaikan bahwa buku pertama kali ia tulis.

Politisi muda itu sedikit mengutip isi buka tersebut, yakni sebuah motivasi bagi pemuda dari sebuah pengalaman seorang wakil bupati selama menjabat sebagai orang nomor dua di Sumenep.

“Bagi saya, waktu itu ada tiga, waktu kemaren, hari ini dan waktu besok,” katanya.

Berbicara tentang waktu, kata Fauzi, secara kasat mata bahwa sepertinya, melihat dari kesibukannya, tidak ada waktu untuk menulis. Tapi di sela kesibukannya, ia masih coba menulis dan berhasil diterbitkan Diva Press.

“Selain waktu kemarin, ada juga waktu saat ini adaah waktu yang sedang kita kerjakan. Misalnya saat ini saya sebagai wabup dan tetap menulis. Sementara waktu kemarin, adalah waktu yang tidak bisa diulang kembali,” terangnya.

Sementara waktu besok, adalah tergantung hari ini untuk diisi seperti apa. Oleh karebanya, buku itu diterbitkan untuk memberikan motivasi pemuda, bagaimana menggunakan waktu sebaik-baiknya.

“Buku ini saya tulis saat menjadi wabup. Saya persembahkan untuk para pemuda, karena isinya bersifat tulisan motivasi. Bahasa yang lugas, bahasa sederhana dan bahasa kekinian kaum muda,” tuturnya.

Fauzi menyampaikan terimakasih terhadap sejumlah pihak yang telah membantu terbitnya buku tersebut, yakni sakah satunya Ibnu Hajar yang telah berkenan memberikan epilog di buku tersebut.

“Pak Ibnu Hajar adalah guru saya waktu SMA, dan sampai sekarang masih menjadi guru. Karena memang tidak ada bekas guru atau mantan murid,” katanya.

Selain itu, Uji (sapaannya) juga menyampaikan terimakasih kepada RuAs Pemuda Sumenep dan media di Sumenep yang telah mendukung selama ini.

“Panggung kreasi anak negeri ini kali berbeda karena ada launching buku saya dan buka bersama. Selama Ramadan, nuansa Panggung Kreasi Anak Negeri akan dikemas berbeda,” pungkasnya. (ong/waw)

Komentar

News Feed