Ngotot Berlayar, Legislatif Jewer PT Sumeka

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MEMAKSA: Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III berlayar meski cuaca buruk

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Keselamatan Jiwa penumpang wajib diutamakan, tidak seperti Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III yang terus berlayar meski sangat mengancam keselamatan penumpang.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, meski cuaca buruk masih kembali memaksa kapal yang berlayar menuju kepulauan atau daratan di Sumenep. Padahal, sangat fatal dan membahayakan. Utamanya KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III.

Bacaan Lainnya

“Seharusnya PT Sumekar tidak memberangkatkan kapal di saat cuaca buruk,” katanya, Rabu (3/2/2021)

Menurutnya, dari sisi pendapatan jika kapal yang tidak diberangkatkan akan berdampak pada pendapatan atau retribusi. Tetapi, pemerintah harus mendahulukan keselamatan jiwa. “Jika ada warning dari BMKG jangan berangkat,” tegasnya.

Semua pemilik kapal, khususnya DBS III yang memberanikan diri, akan segera dipanggil dan dievaluasi. Sebab, Keselamatan jiwa jauh lebih penting dari segalanya. “Harusnya DBS III tidak berangkat disaat cuaca buruk,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumenep Usman Kholid mengatakan, pemberangkatan kapal ada pihak yang memberangkatkan yakni, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Sebab, mereka yang juga sudah mengetahui masalah ketinggian gelombang.

“Kami hanya berharap, di saat cuaca buruk diharapkan tidak berangkat,” ucap usman.

Diketahui sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget telah menunda seluruh aktivitas pelayaran karena ketinggian gelombang bisa mencapai 4 meter.

Pihaknya menunda sementara waktu seluruh aktivitas pelayaran karena ketinggian gelombang bisa mencapai empat meter.

“Saya menerima update cuaca dari BMKG. Sehingga, penundaan diperpanjang untuk tiga hari ke depan,” kata Supriyanto Kepala KSOP.

Sementara itu, Manajer Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo mengatakan, pemberangkatan sudah sesuai petunjuk BMKG. Bahkan, sudah ada petunjuk dari KSOP. “Kami berlayar karena ada dasar,” singkatnya. (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *