Nia Kurnia Bantu Petani, Borong Cabai dan Bawang Merah Petani

(FOTO: KM/Spesial for KM) BANTU PETANI: Nia Kurnia saat mengemas cabai dan bawang merah yang diborongnya dari petani untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi sekaligus Ketua Tim Penggerak PPK Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, memborong hasil panen cabai dan bawang merah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus membantu para petani di Sumenep.

Perempuan dengan sapaan karib Nia ini menceritakan, bahwa inisiatif untuk memborong hasil pertanian petani seperti cabai dan bawang merah, berawal saat dirinya ada kegiatan PKK di wilayah Kecamatan Rubaru, pada Rabu (1/9).

Ketika itu, di perjalanan dirinya melihat banyak cabai dan bawang merah petani yang belum dipanen. Padahal dilihat secara kasat mata, cabai dan bawang merah itu sudah waktunya dipanen.

Bacaan Lainnya

“Di perjalanan saya melihat kebun cabai dengan buah yang utuh, padahal sudah merah. Terus saya bertanya ke ibu-ibu PKK desa, kenapa itu tidak dipanen. Kata mereka, kalau dipanen itu tidak sebanding dengan harga jual saat ini,” ceritanya, Kamis (2/9).

Berawal dari hal itulah, Nia kemudian berpikir untuk memborong cabai dari petani dengan harga di atas pasaran cabai saat ini. Tujuannya agar petani tidak terlalu merugi. Apalagi dalam suasana pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Dengan seperti ini, kami berharap meski tidak dapat untung yang banyak, minimal petani bisa balik modal walaupun sedikit,” tutur perempauan yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Sumenep itu.

Selebihnya, Nia juga berharap kepada seluruh pihak, khususnya yang ada di lingkungan pemerintah agar turut membantu para petani cabai. Caranya dengan membeli hasil pertanian dengan harga yang tidak merugikan petani, sebab petani adalah pahlwan pangan.

“Saya juga sudah menyampaikan mengenai hal ini kepada Bapak Bupati (Achmad Fauzi), dan alhamdulillah beliau merespons baik. Jadi ke depannya mungkin nanti tidak hanya di Rubaru, tapi menyisir kecamatan-kecamatan lain, di mana petani ada kendala dengan harga. Bukan hanya cabai dan bawang, tapi juga hasil bumi lainnya,” paparnya.

Mengenai alasannya memborong cabai dan bawang merah, alumni Pondok Pesantren Gontor itu mengaku bahwa dirinya mengemas cabai dan bawang merah yang kemudian akan dibagi-bagikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar Pendopo Sumenep dan masyarakat di sekitar rumahnya di Desa Torbang, Kecamatan Batuan.

“Kami sudah mengemasnya, kemudian kami bagi-bagikan. Jadi kami memborong bukan untuk dijual lagi,” pungkasnya. (imd/ong/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.