Nia, Perempuan Cantik yang Ingin Ikut Bangun Sumenep

  • Whatsapp
SELAMAT: Nia Kurnia Fauzi saat mendapatkan ucapan selamat dari Wabup Sumenep Achmad Fauzi, yang tiada lain suaminya sendiri.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sejak beberapa tahun belakangan, sosok Nia Kurnia Fauzi begitu akrab di tengah-tengah masyarakat Sumenep.

Nama dan wajahnya tidak asing lagi, karena perempuan yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Sumenep periode 2019-2014 itu dikenal sangat ramah, dan bahkan tanpa sekat dengan masyarakat.

Bahkan, di pemilihan legilatif lalu, ia mampu mendulang suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) satu, yakni mencapai 9.041 suara. Padahal, ia baru pertana kalinya bertarung untuk mendapatkan kursi di parlemen.

Kiprahnya untuk ikut serta membangun Sumenep selama ini sangat nampak. Tidak jarang, perempuan kelahiran Pandeglang Banten itu hadir langsung di tengah-tengah masyarakat ketika dibutuhkan.

Termasuk untuk memberikan pelatihan dan motivasi untuk terus maju, dalam rangka bersama-sama membangun Sumenep.

Ia pun tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada masyarakat dapil satu yang telah mempercayainya untuk menjadi wakilnya di parlemen. Kepercayaan masyatakat terhadapnya, akan diusahakan semaksimal mungkin untuk tidak disia-siakan.

“Tentunya disampaikan terimakasih kepada masyarakat dapil satu yang telah menentukan pilihannya suaranya kepada saya,” ujarnya setelah pengambilan sumoah jabatan DPRD Sumenep periode 2019-2024 di Pendapa Agung Sumenep, Rabu (21/8).

Sejauh ini, perempuan yang lahir di Desa Labuan Kabupaten Pandeglang itu, sangat aktif sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep. Melalui organisasi ini, ia terus berkiprah untuk turut serta membangun Sumenep.

Dirinya maju sebagai caleg dari PDI Perjuangan di dapil satu hingga mendapatkan kursi di parlemen, karena ingin lebih luas lagi untuk berkontribusi dalam rangka memajukan dan mengembangkan Kabupaten yang ada di ujung timur Madura ini.

“Turut serta membangun dan memajukan Sumenep memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Makanya, kami ingin kaum perempuan di Sumenep ikut melangkah. Baik melangkah memajukan kaum perempuan dan memajukan kabupaten yang dibanggakan ini,” paparnya.

“Soal pandangan politik, politik menurut saya adalah usaha yang ditempuh setiap warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Oleh karenanya, politik itu dibutuhkan oleh semua warga sehingga menunjuk pada pengaturan urusan masyarakat dalam segala aspek kehidupan.

Pemerintah mengatur urusan masyarakat, masyarakat melakukan koreksi terhadap pemerintah dalam melaksanakan tugasnya,” pungkasnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *