oleh

Nihil Anggaran, DLH Sumenep Abaikan Hari Puspa dan Satwa Nasional

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kepedulian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep terhadap ketersediaan taman di wilayah kota perlu dipertanyakan. Pasalnya, di hari Puspa dan Satwa Nasional nihil aktivitas sebagai bentuk memperingati hari besar tersebut. Padahal, sangat penting dalam rangka melestarikan tanaman seperti bunga dan hewan yang ada di Indonesia.

Pengunjung Taman Tajamara (Taman Bunga), Edi Mulyadi mengaku, tidak satupun taman dan hewan yang ada di lokasi taman bunga bersifat edukatif. Seperti, pemberian satu per satu nama bunga dan hewan. “Paling tidak ada nama, dengan begitu pengunjung dapat mengetahui nama-nama tersebut,” keluhnya, Kamis (05/11/2020).

Padahal salah satu tujuan memperingati hari Puspa dan Satwa Nasional, untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan dan  pelestarian. Serta menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan. Pada tahun 1993 di bawah kekuasaan Presiden RI Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.

“Agar dapat meningkatkan rasa cinta dan kepedulian terhadap tumbuhan dan satwa nasional. Kekayaan jenis tumbuhan dan satwa di Indonesia tidak dapat ditandingi dan harus dijaga baik-baik kelestariannya. Paling tidak DLH menganggarkan yang sisfatnya edukatif itu,” tukasnya

Sementara itu, Plt Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Ernawan Utomo mengaku, tidak ada anggaran mengenai pemenuhan nama-nama di sekitar taman. Dia beralasan anggarannya masih belum cukup. Menurutnya anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut sekitar Rp50 juta hingga Rp70 juta. “Anggaran kami terbatas,” paparnya.

Dia mengatakan, di hari Puspa dan Satwa Nasional ini DLH juga tidak mempunyai anggaran terkait upacara dan lainnya. Dia hanya memberikan ucapan selamat via medsos. Agar bisa mengingatkan masyarakat akan pentingnya puspa dan satwa nasional. Pihaknya berencana pada tahun 2021 akan merayakan hari natsional tersebut. Dengan ketentuan, alokasi anggaran mencukupi.

“Jika tetap tidak ada, maka selanjutnya akan dicarikan solusi yang lain. Misalnya, menyisihkan sisa anggaran ataupun cara lainnya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiadi. Menurutnya, tahun depan akan diagendakan atau direncanakan peletakan nama bunga atau tumbuhan yang ada di taman.  “Kami akan terus mendorong OPD, untuk bersama-sama membahas penamaan yang dimaksud,” janjinya. (imd/ito)

 

 

 

Komentar

News Feed