Nihil Anggaran, Koleksi Buku Dinas Perpustakaan Andalkan Donatur

Pendidikan28 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan tidak memiliki anggaran pengadaan buku di tahun 2022 ini. Anehnya, pihak DPK Pamekasan juga tidak mengetahui sebab tidak dialokasikannya anggaran yang jadi kebutuhan utama dinas tersebut.

Pustakwan DPK Pamekasan Kusairi menyebut, pihaknya bukan tidak melakuka apa pun untuk memajukan perpustakaan. Banyak kegiatan yang dilakukan. Bahkan masih memiliki pengunjung yang cukup banyak. Berdasarkan data DPK Pamekasan per Oktober 2022, pengunjungnya sudah tercatat sekitar 1.600 orang.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan upaya dalam mengembangkan kemajuan literasi di Pamekasan. Upaya yang dimaksud berupa program perpustakaan keliling, mengadakan beberapa kegiatan literasi, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah komunitas yang memiliki visi misi sama terkait budidaya literasi di Pamekasan.

Lantaran tidak ada anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan untuk pengadaan buku, DKP Pamekasan masih bersyukur. Karena banyak berdatangan donatur yang mendonasikan bukunya untuk perpustakaan.

Baca Juga :  872 Mahasiswa/i Unija Madura Sandang Gelar S1, Berharap Melibatkan Diri dalam Kehidupan Bermasyarakat

Bahkan, jika tahun lalu hanya memiliki 51 eksemplar buku, koleksi buku di tahun 2022 ini justru bertambah menjadi 55 ribu eksemplar dengan 25 ribu judul buku.

Diakuinya, tambahan tersebut karena tingginya antusiasme masyarakat untuk menghibahkan bukunya. Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga menghibahkan bukunya.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk pengadaan buku, kenapanya itu saya kurang tahu pasti. Tapi kami dapat tambahan buku dari hibah. Seperti hibah dari Dokter Sarjono, yang menghibahkan bukunya 6 dus, OPD yang memiliki terbitan, dan masyarakat lainnya,” terang Kusairi.

“Kami juga menggandeng beberapa komunitas yang satu visi misi untuk menggerakkan literasi di Pamekasan. Karena kalau budaya membaca sudah banyak, bisa membaca WA. Tapi ada hal yang perlu diperhatikan, literasi yang dibaca itu bisa membawa perubahan pada kehidupan,” imbuhnya.

Reporter: KM 65

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Buka Pelaksanaan MTQ XXX

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *