oleh

Nihil Bantuan Air Bersih untuk Kepulauan

Kabarmadura.id/Sumenep-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mengakui, masyarakat kepulauan tidak pernah mendapatkan bantuan penanggulangan kekeringan dari pemerintah.

Kepala BPBD Rahman Readi menjelaskan, beberapa daerah di kepulauan rawan kekeringan. Namun, berhubung akses tempuh tidak mudah dan anggaraannya tidak memadai, maka tahun ini pun tidak ada anggaran penanggulangan kekeringan untuk kepulauan.

“Untuk semua kepulauan di Sumenep memang tidak terkaver. Kapasitas kami tidak memadai untuk memberikan bantuan, selama ini kami fokus di daerah daratan saja untuk kekeringan. Paling jauh kalau kepulauan itu Talango,” katanya, kemarin.

Selain karena anggaraan kecil, menurutnya yang menjadi kendala adalah tidak adanya kapal pengangkut di Sumenep. Selain itu, untuk daratan sendiri dua armada yang disiapkan mengirimkan air bersih tidaklah cukup.

Sementara untuk melakukan pengeboran, menurut Rahman juga tidak memungkinkan. Hal itu berdasarkan peninjauan terkait kelangkaan sumber air. Sehingga bantuan pengeboran dibagikan ke daerah yang memang berpotensi seperti di Kecamatan Pasongsongan.

Sehingga alternatifnya, daerah kepulauan diberikan bantuan air bersih yang disalurkan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan hal itu disampaikan langsung tanpa melalui jalur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Artinya pihaknya harus mengajukan khusus untuk daerah kepulauan.

“Kalau dari Jatim nanti kapalnya juga dari sana, tidak ke sini, langsung lewat jalur laut terdekat. Sehingga untuk kepulauan memang sulit diatasi jika ada bencana-bencana, karena itu tadi aksesnya sulit,” imbuhnya.

Menurutnya, selagi armada yang dimiliki hanya ada dua, maka tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan air bersih ke masyarakat kepulauan.

“Di daratan saja masih kurang, apalagi di kepulauan. Sulit memang, tapi kami akan berusaha dengan mengajukan ke pemprov” pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed