Nihil Kasus Baru, Dinkes Pamekasan Belum Cabut Status KLB Polio

News38 views

KABAR MADURA | Status kejadian luar biasa (KLB) polio di Kabupaten Pamekasan masih belum bisa dicabut. Sebab satu orang anak yang terdiagnosa penyakit polio masih belum dinyatakan sembuh. Meski Demikian, sampai saat ini belum ada tambahan kasus dari hasil identifikasi 21 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin, mengatakan proses pencabutan status KLB masih perlu mendapatkan evaluasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Salah satu yang dijadikan indikator yakni capaian imunisasi polio dari 13 kecamatan, namun imunisasi tersebut tak cukup hanya di Bumi Ratu Pamelingan, tetapi ukurannya di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Jadi bergantung pada capaian vaksinasi, bisa tercapai seratus persen di seluruh wilayah Jatim, baru nanti akan dipertimbangkan status KLB-nya,” paparnya, Rabu (21/2/2024).

Baca Juga:  Program Wisata Sumenep Terdampak PMK tentang Penyesuaian Anggaran

Dia mengutarakan, status KLB Polio di Pamekasan ditetapkan mulai tanggal 16 Januari 2024, setelah ditemukan terdapat satu anak yang terpapar virus polio pada awal Desember 2023 setelah baru di pekan ketiga setelah dilakukan perawatan ditetapkan positif mengidap penyakit polio.

Bahkan setelahnya terdapat 30 anak dites, apakah terpaparnya penyakit polio atau tidak, namun setelah dilakukan pemeriksaan di salah satu laboratorium di Surabaya 30 anak yang diambil sampel tersebut dinyatakan negatif polio.

“Sejauh ini tidak ada, baik di Puskesmas, di rumah sakit juga tidak ada, juga tidak ada laporan dari masyarakat, sehingga tidak ada data yang masuk, bisa kami simpulkan sampai hari ini, tidak ada kasus baru,” ujarnya.

Baca Juga:  Tidak Ada Regulasi, PKL di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Tidak Bisa Ditarik Retribusi

Dia menerangkan, satu anak yang terkena penyakit polio kondisinya semakin membaik, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukannya. Bahkan berat badannya sudah mengalami peningkatan sebanyak 2 kilo, karena memang asupan gizinya terus didampingi oleh tim-nya.

“Jadi berat badan anak yang terkena polio, awalnya tujuh kilo, saat ini sudah menjadi 9 kilo. Kemudian dari penyakit polionya ada tanda-tanda yang sangat baik, dari dulu kelumpuhan yang mungkin kami nilai 40 persen, insyaallah saat ini sudah 70 persen,” ujarnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *