Nihil Pasar Ber-SNI, DPRD Sumenep Soroti Kinerja Diskop UKM dan PP

News118 views

KABAR MADURA | Tidak satu pun pasar di Sumenep berstandar nasional Indonesia (SNI). Dinas Koperasi Usaha  Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan PP) Sumenep menuai sorotan.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menyampaikan, anggaran untuk pasar di kabupaten paling timur Pulau Madura ini terus digelontorkan. Namun sayangnya, hingga saat ini masih belum ada bukti konkret terkait keberadaan pasar ber-SNI.

“Proyeksi katanya Pasar Anom, tetapi hingga saat ini kualitasnya masih jauh. Hujan-hujan seperti saat ini masih sangat becek,” kata dia.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep itu menekan Diskop UKM dan PP tahun ini bekerja dengan baik, yakni dengan menentukan skala prioritas fasilitas pasar yang harus dibenahi untuk segera berstandar SNI.

Baca Juga:  Komisi III DPRD Sumenep Panggil PBJ dan LPSE, Soroti Dugaan Persyaratan Tender yang Hambat Persaingan

“Masak tahun ini masih belum terwujud. Padahal, anggaran sudah terus digelontorkan,” paparnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskop UKM dan PP Sumenep Idham Halil mengaku, banyak yang harus dibenahi untuk bisa berstatus SNI.

Dia mengatakan, pembenahan sarana prasarana (sarpras) dan infrastruktur terus dianggarkan setiap tahunnya. Anggaran proyek tersebut selalu di atas setengah miliar; bukan hanya peningkatan jalan, melainkan juga pembangunan saluran air. Tahun lalu, proyek pembenahan pasar tersebut tembus Rp580.677.946.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Penggelapan Rp1 Miliar, Polres Pamekasan Tangkap Eks Anggota DPRD Sumenep

Termasuk untuk fasilitas pasar, pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan melakukan pembangunan untuk menfasilitasi pedagang sayur, hal itu untuk memetakan pedagang di Pasar Anom.

“Kalau fasilitas memang terus kami upayakan, tetapi dananya masih belum cukup.  Kami nanti petakan pedagang dulu. Kalau infrastrukturnya, nanti kami benahi juga,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Hairul Anam

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *