Nilai Keputusan Pemkab Tunda Pilkades Tlontoh Ares Timpang

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menilai keputusan penundaan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tlontoh Ares Pasean Pamekasan timpang. Pasalnya, panitia pemilihan kepala desa (P2KD) di desa itu sudah sangat siap melaksanakan pemilihan dan terbukti ketika dilakukan pemilihan masyarakat sangat antusias hadir serta pada saat penyelenggaraan aman, damai dan tertib.

Anggota DPRD Pamekasan Munaji menyampaikan, kejadian yang di Desa Tlontoh Ares sangat disayangkan, sebab panitia di desa sudah siap melaksanakan, tetapi kemudian Bupati menundanya. Buktinya, meskipun tidak ada pengamanan, pilkades berjalan dengan lancar.

“Meskipun katanya tidak akan diakui, keputusan itu sangat aneh,” paparnya.

Anggota Fraksi Gerindra ini menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mestinya hanya mengawasi, jangan sampai ada intervensi terhadap pelaksanaan pilkades di tingkat desa.

“Ini kayaknya bupati dan wakil bupati ini disetir oleh salah satu oknum,” jelasanya.

Dia juga menambahkan, jangan sampai kepentingan masyarakat terhimpit dari oknum-oknum tertentu sehingga kepentingan umat bisa terpenuhi.

“Ini namanya kalau seperti ini mengadu domba namanya,” ungkapnya.

Dia mengira tidak ada alasan bupati untuk mengintervensi dalam Pilkades Tlontoh Ares sebab masyarakat sangat antusias dalam ikut serta suksesi pelaksanaan pilkades. Meskipun tidak ada pengamanan.

Menurutnya sudah jelas kalau panitia sudah siap untuk melaksanakan. Sayangnya, ebab yang tahu kondisi di bawah itu panitia.

“Bisa dilanjut atau tidak Itu kan panitia tugasnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menyampaikan, musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Pamekasan sudah bersepakat dan  memberikan keputusan yang berdasar pada beberapa kajian yang mendalam mengumumkan dua desa yang pelaksanaannya ditunda sampai

“Perintah kita kan edaran yang kita sudah sampaikan pelaksanaan di dua desa itu di tahun 2021 jika ada yang menyelenggarakan diluar kewenangan pemkab,” papaprnya.

Ditambahkan olehnya sampai hari ini (12/09 menganggap bahwa Tkeontoh ares situ tetap di tahun 2021 pelaksanaannya, kalau ada hal-hal lain yang terjadi pihaknya sudah sampaikan dari kemarelin serta memberikan petimbangan melalui surat keputusan yang diedarkan.

“Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan pak sekda selaku ketua panitia tim kabupaten tapi untuk lebih lanjutnya lihat perkembangan selanjutnya,” pungkasanya. (rul/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *