Nilai Pengerjaan Buruk, PU Bina Marga Sumenep Tahan Pembayaran Proyek Pengerjaan Jalan

(FOTO: KOMISI III DPRD FOR KM) TERTAHAN: Kontraktor tidak dapat menikmati uang kontrak pengerjaan proyek jalan Angon Angon–Panjenangger di Kecamatan Arjasa pulau Kangeyan secara utuh.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pembayaran pengerjaan proyek jalan Angon Angon–Pajanangger di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean tidak utuh. Di mana yang seharusnya dibayar sesuai nilai kontrak Rp1.252.252.013 namun hanya terbayarkan Rp950 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, pembayaran sengaja tidak dilunasi semua. Pembayaran akan terlunasi ketika selesai masa pemeliharaan. Hal tersebut dilakukan agar semuanya clear dan tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kalau tidak dapat satu tahun bisa jadi setengah tahun dibayar. Tergantung selesainya jalan yang rusak dapat diperbaiki,” katanya, Rabu (1/12/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, proyek yang dikerjakan CV Nonanitano itu dari awal sudah bermasalah. Padahal, pelelangan sudah lebih awal. Tapi, pengerjaannya dilakukan paling akhir. Selain itu labrak deadline. Kemudian setelah pengerjaan dengan kurun waktu satu bulan lebih  terjadi kerusakan.

“Wajar jika proyek tersebut tidak dilunasi,” paparnya.

Menurutnya, pengerjaan tersebut dianggap biasa. Bahkan, dalam setiap tahun sering ada pelanggaran pengerjaan. Untuk evaluasi, pihaknya akan memberikan catatan khusus kepada rekanan yang sudah lalai dalam pengerjaannya.

“Hal ini akan menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami,” ucap dia.

Sementara itu, pihak rekanan Faiz Jaqsan mengaku tidak keberatan atas tidak terbayarnya pengerjaan jalan tersebut. Diakuinya penahanan sebagian pembayaran merupakan konsekuensi yang harus diterima.

“Kondisi ini bukan hanya sekarang. Tetapi itulah konsekuensi yang harus dialami,” tukas dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M.Ramzi menegaskan, proyek peningkatan jalan Angon Angon–Pajanangger di Kecamatan Arjasa menjadi sorotan masyarakat. Sebab, proyek yang lebih awal dilelang namun pengerjaanya lelet. Sehingga ketika labrak deadline  wajar tidak dilunasi.

“Dari awal, kami wanti-wanti agar Dinas PU Bina Marga hati-hati dalam pengerjaan. Namun, arahan tersebut tidak diindahkan. Sehingga berakibat fatal,” ucap politisi Hanura itu.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Tinggalkan Balasan