oleh

Nilai UNBK Siswa Sampang Masih Terendah di Jawa Timur

Kabarmadura.id/SAMPANG-Beberapa tahun terakhir, pencapaian nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Sampang, tetap berada di urutan terakhir dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim) wilayah Sampang menunjukkan, pencapaian nilai UNBK SMA negari dan swasta untuk jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) tetap rata-rata di bawah 50. Untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, rata-rata nilai 42.87, bahasa Inggris 38.00, matematika, 39.33, sosiologi 39.38 dan geografi 39.85, sehingga total nilainya 232.70.

Sedangkan tingkat SMA negeri dan swasta, untuk jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) rata rata nilai UNBK kali ini, mata pelajaran bahasa Indonesia 55.09, bahasa Inggris 42.66, matematika 35.13, fisika 47.62, kimia 48.57, biologi 44.08, sehingga poin keselurahan nilai sebesar 273.15.

Kepala Cabang Disdik Jatim wilayah Kabupaten Sampang Assyari mengatakan, nilai rata-rata UNBK SMA di wilayah itu, baik jurusan IPS atau IPA sudah mengalami peningkatan. Tapi kenaikan relatif masih rendah, sehingga Sampang tetap berada di urutan terendah di antara kabupaten lain di Provinsi Jatim.

“Pencapaian rata-rata nilai UNBK kali ini, Sampang tetap menduduki peringkat ke 38, yakni berada di urutan terakhir di tingkat Provinsi Jatim, untuk jurusan IPA rerata hanya 44.38, IPS 38.40, kendati sudah ada kenaikan dari tahun sebelumnya,” kata Assyari kepada Kabar Madura, Minggu (12/5).

Ia menjelaskan, beberapa tahun terakhir, Sampang tetap berada di urutan paling buncit. Itu disebabkan banyak faktor, meliputi minimnya keterampilan guru, ketersedian sarana dan prasarana yang ada kurang memadai, kesiapan pihak sekolah dan siswa dalam menyelanggarakan UNBK secara maksimal.

Untuk itu, Assyari berjanji akan melakukan koordinasi dengan semua pihak dalam mengatasi masalah ini. Pihaknya akan memilih opsi yang paling urgen, semisal melakukan perbaikan pada pola pendidikannya, keterampilan guru, sarana prasarana penunjang dan sebagainya.

”Kurang lebih tiga tahun terakhir, sejak tahun 2017, 2018 dan 2019, pencapaian nilai UNBK tetap berada di urutan terakhir yang dikarenakan multifaktor,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri menilai, selama pengelolaan lembaga SMA berada di bawah naungan provinsi Jatim, pasca pemindahan kewenangan dari kabupaten itu, hingga kini belum ada gebrakan atau perubahan yang sangat menonjol. Buktinya, nilai UNBK dari tahun ke tahun tetap paling rendah.

Politisi PKB itu, meminta Cabdin Prov Jatim wilayah Sampang segera mengevaluasi dan berbenah diri, jika memang tidak bisa membawa SMA dan SMK ke arah yang lebih baik, kenapa pengeloaannya tidak dikembalikan ke pemkab saja. Pihaknya berharap, ke depan SMN di Sampang lebih baik dan maju.

“Yang jelas, kami sangat menyayangkan, karena beberapa tahun terakhir ini nilai UNBK tetap berada di peringkat terakhir, Kami minta cabdin segera melakukan inovasi,” pungkasnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed