oleh

Nissa Siap Masuk Bursa Sekjen PSSI

Kabarmadura.id-Keputusan mundurnya Ratu Tisha Destria sebagai sekretaris jenderal (sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Senin (13/4/2020), menjadi perbincangan hangat, Terutama mengenai siapa yang bakal menggantikannya.

Saat ini, wakilnya Maaike Ira Puspita yang sementara menempati posisi tersebut sebagai pelaksana tugas (Plt). Seolah sudah jadi jatahnya perempuan di PSSI, posisi sekretaris ini diminati salah satu orang penting di jajaran manajemen Madura United, yang kebetulan juga perempuan dan masih muda, Annisa Zhafarina.

Perempuan yang menduduki posisi chief Operating Officer (COO) Madura United ini mengaku siap untuk masuk bursa Sekjen PSSI itu. Namun, dia memberikan syarat, ketika dirinya dinilai sudah pantas menempati posisi penting itu.

Meskipun sejatinya, putri Presiden Madura United Achsanul Qosasi itu merasa dirinya masih butuh belajar banyak untuk mengemban posisi nomor dua di PSSI tersebut. Sebab, dia merasa masih dini bergelut di dunia sepak bola.

Why not, saya tentu bersedia masuk bursa menjadi sekjen PSSI, tapi dengan catatan saya juga dinilai cocok. Insya Allah saya siap-siap saja. Meski harus jujur, saya sebenarnya merasa masih terlalu muda di dunia persepakbolaan Indonesia. Masih banyak hal yang harus saya pelajari,”  ucap Nissa.

Namun, perempuan berusia 25 tahun itu menuturkan, PSSI memang harus memberikan kesempatan bagi kalangan muda untuk mengisi posisi tersebut, sebagai bentuk regenerasi.

“Regenerasi itu bagus dan saya juga setuju. Insya Allah jika dinilai cocok saya siap, tapi masih banyak yang harus dipertimbangkan lagi nantinya,” sambungnya.

Sejatinya, perempuan kelahiran Surabaya itu tidak sebatas memiliki jam terbang dalam mengelola Madura United, dia telah menyelasikan kursus manajemen dan mendapat Certificate of Advanced Studies UEFA in Football Management di Swis. Namun, proses belajarnya itu masih tertunda lantaran wabah Covid-19.

“Seharusnya Mei 2020 ini sudah selesai, tapi mundur hingga September 2020 karena ada bencana global virus corona,” terangnya.

Di samping itu, Nissa memberikan pandangannya terkait pengembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, banyak potensi yang butuh dieksploitasi. Dia mencontohkan, animo suporter yang tercatat sebagai nomor tiga di Asia.

“Banyak yang belum dimanfaatkan atau dieksplorasi terhadap kompetisi dan dunia sepak bola Tanah Air. Jumlah total penonton 306 pertandingan Liga 1 2019 saja, kita nomor tiga di Asia. Ini kan salah satu potensi luar biasa yang belum dimaksimalkan,” kata wanita yang biasa disapa Nissa ini.

Mahasiswi program Magister Manajemen di Universtas Indonesia (UI) ini juga menegaskan, pembinaan usia muda butuh dikembangan. Bahkan menurutnya, PSSI harus memberikan bantuan agar terjadi pembinaan yang maksimal.

Youth club seharusnya bisa ditingkatkan lagi untuk mencari talenta muda yang berbakat. Terutama bantuan dari federasi (PSSI) untuk youth club dan Liga Putri. Itu akan menjadi salah satu batu loncatan untuk sepak bola Indonesia yang lebih bagus agar dikenal dunia,” pungkasnya. (idy/waw)

 

Komentar

News Feed