Nizar Zahro Resmi Melenggang ke Senayan di Injury Time

  • Whatsapp
Nizar Zahro, anggota DPR RI terpilih yang ditetapkan KPu setelah menggeser posisi Ra Imron Amin yang dipecat Partai Gerindra.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Upaya Nizar Zahro untuk menjadi legislator pusat, akhirnya terwujud. Sehari menjelang pelantikan anggota DPR RI, Partai Gerindra memecat Ra Imron Amin yang sebelumnya telah ditetapkan KPU sebagai legislator terpilih. Dengan begitu, Nizar Zahro sebagai peraih suara terbanyak kedua, otomatis menempati posisi yang tadinya milik Ra Imron Amin.

Hal tersebut tertuang dalam surat yang dikeluarkan KPU RI. Dalam surat tertanggal 26 September 2019 tersebut, berisi peresmian calon terpilih anggota DPR berdasarkan penetapan pergantian calon terpilih, bernomor: 2018/PL.01.9-SD/06/KPU/IX/2019.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Sekretaris Negara. Kemudian ditandatangani oleh Ketua KPU RI Arif Budiman. Surat KPU tersebut, menanggapi adanya surat dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Sementara, surat yang dilayangkan DPP Partai Gerindra kepada KPU RI  dengan nomor: 030/BHA-DPPGERINDRA/IX/2019, tertanggal 19 September 2019. Surat itu perihal putusan Majelis Dewan Kehormatan Partai Gerindra, yang dilampiri Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerindra.

SK tersebut mengenai pemberhentian Ra Imron Amin dari keanggotaan Partai Gerindra di Daerah Pemilihan Jawa Timur IX. Ra Imron diketahui juga menjabat sebagai ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Bangkalan.

Saat dikonfirmasi adanya hal tersebut, Nizar Zahro selaku caleg terpilih yang kembali menduduki kursi Senayan, memilih irit bicara. Dia mengaku belum percaya dengan surat dari KPU RI tersebut. Terlebih, dia sebagai caleg terpilih dari Ddapil Jatim IX yang akan menggantikan ketua partainya sendiri.

“Mohon maaf masih simpang siur, masih belum paham, nanti coba saya cek. Takutnya hoaks,” katanya, Senin (30/9/2019).

Terpisah, kuasa hukum Nizar Zahro, Arif Sulaiman juga tidak banyak bicara karena belum mendapat informasi yang valid.

“Insyaallah,” jawabnya secara singkat saat dihubungi via whatsapp.

Dirinya juga enggan berkomentar lebih mengenai keputusan dari KPU RI tersebut.

“Saya belum bisa berkomentar lebih, bisa ditanyakan ke internal partai,” tandasnya.

Pelantikan atau pengambilan sumpah dan janji anggoa DPR RI sendiri dijadwalkan besok, Selasa (2/10/2019). Dengan adanya keputusan tersebut, caleg dari Partai Gerindra yang akan dilantik adalah Nizar Zahro.

Sebelumnya, Nizar Zahro sudah berupaya dengan berbagai cara. Setelah tidak ditetapkan sebagai legislator terpilih, timnya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sayangnya, gugatan itu ditolak.

Tidak berhenti di situ, caleg petahana ini juga melapor ke Bareskrim Polri dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Lantaran tidak juga meloloskannya menjadi legislator, Nizar akhirnya menggugat ke Mahkamah Partai Gerindra dan akhirnya menang. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *