Nol Anggaran Jampersal, Alihkan Dana Puskesmas di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PERSALINAN: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan kehabisan biaya jaminan persalinan (Jampersal).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Anggaran untuk jaminan persalinan (jampersal) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu perlu tambahan. Sebab alokasi sebesar Rgp800 juta saat ini sudah habis. Hasil rapat dengan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, masing-masing Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Tim Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), anggaran jampersal tersisa di puskesmas dialihkan untuk mengkaver Jampersal di RSUD.

Bahkan, Dinkes bersedia membagi jampersal yang saat ini berada di puskesmas sebesar Rp3 miliar untuk membackup jampersal di rumah sakit. Sebab selama ini, biaya jampersal yang dialokasikan ke rumah sakit cukup minim. “Jadi akan ada penambahan lagi dari Dinkes, karena dana di puskesmas masih ada,” ujar Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani, Senin (11/10/2021).

Bacaan Lainnya

Hal senada diungkapkan Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio. Menurutnya, habisnya anggaran jampersal sudah ada tindak lanjut yang jelas. Yakni, penanganan persalinan di RSUD yang sempat menjadi pokok bahasan akan didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang melekat di puskesmas.

“Sesuai petunjuk teknis (juknis) yang disampaikan dalam forum rapat bisa, dengan rujukan dari puskesmas. Sehingga kami tetap bisa merekomendasikan ibu hamil (bumil) menjalani tindakan di rumah sakit setelah bisa langsung mengajukan ke SLRT,”  responnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengaku,  sudah menanyakan perihal tersebut kepada RSUD dan Dinkes. Keduanya memang menyepakati, bahwa biaya jampersal di rumah sakit yang habis akan dibantu biaya jampersal dari puskesmas. Hal itu , sudah mendapat persetujuan dan tanda tangan dari bupati.

“Kemarin saya mendapat informasi dari pak Yoyok (Kadinkes, red) bahwa dana jampersal di puskesmas diberikan ke rumah sakit. Jadi nanti jampersal difokuskan di rumah sakit,” jelasnya.

Jika nantinya dana itu habis lagi, politisi dari PPP ini akan memanggil dan merapatkan kembali dengan pihak rumah sakit dan Dinkes. Bahkan akan mencarikan solusi melalui dana bantuan tidak terduga (BTT). “Nanti kami rapatkan kembali untuk menggunakan dana BTT yang ada, jika masih kehabisan lagi,” pungkasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *