Nol Pelanggaran, Polisi Hentikan Kasus Pemotongan Jaspel di Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) DIHENTIKAN: Hasil audit kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal Kabupaten Sampang tidak ditemukan pelanggaran hukum.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi untuk honor jasa pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal dihentikan. Hal itu dilakukan, setelah hasil audit dari aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dari Inspektorat tidak ditemukan pelanggaran dan kelalaian pegawai. Sehingga polisi menghentikan pengusutan kasus tersebut.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui melalui Kanit III Tipikor Ipda Indarta Hendriansyah menunjukkan, bukti dokumen rekomendasi hasil audit. “Kasus ini dihentikan mas. Karena hasil auditnya tidak ditemukan kesalahan. Sehingga kami tidak bisa menindaklanjutinya,” ujarnya, Rabu (30/6/2021). 

Dia menjelaskan, hasil audit merupakan upaya terakhir untuk melanjutkan kasus tersebut, jika diketahui ada pelanggaran hukum. Namun kenyataannya, hasil audit tidak menemukan pelanggaran hukum atau kelalaian pegawai di Puskesmas Robatal. “Secara otomatis kami tidak bisa melanjutkannya,” ucapnya.

Sebelumnya sudah melakukan gelar perkara di internal kepolisian. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran hukum. Sehingga pengajuan audit dilakukan. Namun, hasilnya sama tidak ditemukan bukti pelanggaran. Akan tetapi, hasil audit dari APIP turun tanggal 7 Januari 2021 dengan pengajuan sejak bulan Oktober 2020. Padahal, beberapa bulan lalu polisi mengakui jika hasil audit belum selesai. 

Data yang dihimpun Kabar Madura, dugaan pemotongan dana kapitasi dilakukan oleh beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Disinyalir dana itu, dikurangi sebesar 13 persen dengan jumlah penerima honor jaspel sebanyak 44 orang. Mereka tidak menerima honor secara utuh. Kasus tersebut diungkapkan oleh salah satu penerima. 

Diakui, jika pemotongan honor setiap penerima sebesar 13 persen. Pemotongan dilakukan oleh oknum dengan alasan untuk uang partisipasi pembayaran tenaga sukarelawan. Sementara itu, diketahui masih banyak tenaga sukarelawan atau sukwan tidak menerima dana partisipasi. Sehingga, diduga kuat pemotongan honor jaspel dinikmati beberapa oknum di Puskesmas Robatal.

“Besaran pemotongan dana jaspel sebesar Rp400 ribu dari setiap penerima honor. Penerima yang seharusnya memperoleh Rp2,9 juta, hanya menerima Rp 2,5 juta,” ujar salah satu penerima yang namanya enggan dikorankan. 

Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mengaku, sudah memprediksi jika hasil audit akan sama dengan hasil gelar perkara kepolisian. Terbukti, hasil audit baru terungkap dengan hasil yang janggal. “Kronologi kejadiannya sudah jelas. Ada pengaduan dari korban. Uang dipotong juga fakta. Terus darimana dasar tidak ditemukan pelanggaran hukum,” responnya. (man/ito)

Versi Polres Sampang 

  • Melakukan gelar perkara di internal kepolisian
  • Hasilnya tidak ditemukan pelanggaran
  • Mengajukan audit ke APIP internal Inspektorat
  • Hasilnya tidak ditemukan kelalaian pegawai di Puskesmas Robatal

Versi Anggota Komisi I DPRD Sampang

  • Kronologi kejadian sudah jelas
  • Ada pengaduan dari korban
  • Pemotongan uang merupakan fakta
  • Darimana tidak ditemukan pelanggaran hukum?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *