Nol Temuan, Tingkatkan Kegiatan PTM di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIPERPANJANG: Hasil evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan mengenai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) perlu dilakukan pembenahan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Selama dua pekan lebih, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Bangkalan terealisasi. Hasilnya, tidak ada kendala dan temuan tentang klaster baru maupun sekolah yang melanggar protokol kesehatan (protkes). Meski demikian, hasil evaluasi perlu adanya pembenahan di sistem pembelajaran. Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Zainul Qomar, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya pembenahan yang dimaksud, jika semula tatap muka dilakukan satu minggu dua hari,  dan dua hari masuk secara online serta dua hari libur. Saat ini kegiatan tatap muka, bertambah satu hari. Sehingga tiga hari masuk kelas dan tiga hari berikutnya belajar secara online. “Minggu ini naik menjadi tiga PTM, tiga daring. Begitupula dengan jam belajarnya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya menuturkan, untuk jumlah siswa yang masuk di kelas masih belum ada perubahan. Yakni, untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) hanya sebesar 33 persen dari jumlah siswa dan 50 persen untuk jenjang sekolah dasar (SD) serta sekolah menengah pertama (SMP). Sebab kegiatan PTM selama ini tidak menimbulkan klaster baru dan sekolah proaktif dalam menerapkan protkes.

“Jadi PTM tetap dilanjutkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Tapi ingat, sekolah jangan sampai lupa penerapan protkesnya. Karena itu kunci kelancaran PTM ini agar tidak ada klaster baru,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan Mustahal Rasyid mengatakan, dari hasil pengamatannya selama PTM berlangsung memang belum ada pelanggaran yang berarti dari sekolah. “Temuan kami hanya minggu lalu di salah satu SD Kamal itu, jaraknya berdekatan dan tidak sampai 1,5 meter. Tapi kami anggap bukan pelanggaran, karena memang ruangan kelasnya sempit,” responnya.

Sehingga dia meminta sekolah, untuk mengurangi meja dan kursi siswa agar bisa berjarak 1,5 meter. Sedangkan untuk pemakaian masker pada saat PTM sebelum lonjakan kasus Covid-19 nihil temuan. “Siswa benar-benar disuruh memakai masker, tidak boleh dilepas meski hanya bercanda. Baik kegiatan di dalam kelas maupun ketika istirahat,” paparnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *