Normalisasi Afour Jombang Kecil Pengaruhnya, BPBD Pamekasan Siaga  Banjir

(FOTO: KM/ALI WAFA) ANTISIPASI BANJIR: Tingginya sedimentasi di beberapa sungai di Pamekasan dikhawatirkan menyebabkan banjir.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Hujan deras kerap mengguyur Kabupaten Pamekasan. Hal itu membuat banyak pihak khawatir terjadi luapan air sungai yang menyebabkan banjir. Sebab menurut Ketua Sungai Watch Pamekasan (SWP), Jatim, kondisi sungai di Pamekasan cukup parah. Tingginya sedimentasi sungai disebut masih menjadi persoalan.

Sementara itu, kegiatan normalisasi yang dilakukan baru di afour Jombang. Pengelolaan sungai tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Namun, kegiatan pengerukan tanah di afour Jombang hanya beberapa meter saja.  Sementara tingginya sedimentasi tidak hanya terjadi di afour Jombang melainkan di banyak sungai.

Bacaan Lainnya

Sungai Semajid juga disebut mengalami sedimentasi cukup tinggi. Pengelolaan sungai ini juga merupakan kewenangan Pemprov Jatim. Bahkan, Sungai Semajid menjadi muara dari semua sungai di Pamekasan. Namun, normalisasi di Sungai Semajid masih minim. Tidak hanya itu, tingginya sedimentasi juga terjadi di Sungai Kelowang. Sungai tersebut kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Kalau hanya pengerukan beberapa meter di afour Jombang itu kami tidak yakin bisa menyelesaikan persoalan banjir. Karena semua sungai di Pamekasan ini sedimentasinya tinggi,” ucap Jatim.

Sementara itu, Supervisor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Budi Cahyono mengaku telah melakukan beberapa langkah antisipasi terjadinya banjir. Salah satunya telah membentuk satuan tugas penanganan darurat terpadu yang terdiri dari berbagai elemen termasuk di dalamnya relawan dari unsur masyarakat. Personel tersebut telah disiagakan 24 jam on call.

Peralatan yang dimiliki juga telah disiagakan, termasuk armada berupa angkutan serba guna, ambulans dan mobil tim reaksi cepat. Ketika bencana terjadi, pihaknya tinggal beraksi. Namun, karena ada pemangkasan anggaran, maka dia berkoordinasi dengan masing-masing kecamatan agar dapat mengambil langkah pemenuhan kebutuhan dasar saat terjadi banjir, seperti dapur umum.

“Kami sudah diberikan warning oleh BMKG, dampak lamina yang terjadi saat ini akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Ini akan terjadi sampai bulan Februari 2022,” terang Budi.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.